Clara tidak tidur malam itu. Sejak jam di dinding menunjukkan pukul dua pagi, ia hanya berbaring menatap langit-langit kamar yang tampak seperti bayangan hitam raksasa yang siap menelannya. Alat tes kehamilan itu masih tersembunyi di laci meja rias, terbungkus kain sutra tipis, seolah dengan begitu kenyataan pahit itu bisa ikut terkubur dan tak pernah terendus oleh siapa pun.Namun, setiap kali ia memejamkan mata, dua garis merah samar itu kembali muncul di benaknya, berpendar seperti tanda bahaya.Ia bangkit perlahan, kakinya yang dingin menyentuh lantai marmer tanpa alas. Ia berjalan ke jendela besar yang menghadap ke taman belakang mansion. Langit Jakarta masih gelap, hanya lampu-lampu jalan yang berpendar seperti saksi bisu dari kegelisahannya yang tak berujung. Tangannya secara naluriah menyentuh perutnya yang masih sangat datar. Di sana, di balik kulit dan ototnya, ada kehidupan kecil yang sedang berjuang untuk tumbuh.Anak Adrian. Hasil dari malam tanpa perasaan yang dilakukan
Last Updated : 2026-01-14 Read more