Pagi itu, Clara bangun dengan perasaan yang tidak bisa ia beri nama.Bukan cemas.Bukan takut.Lebih seperti kesadaran tenang bahwa hari ini seseorang akan kehilangan sesuatu—entah dirinya, atau orang lain.Ia menyiapkan sarapan seperti biasa. Gerakan otomatis. Terlatih. Namun pikirannya sudah melangkah jauh ke depan, menimbang kemungkinan, menghitung risiko, menebak arah angin.Arka duduk di meja, menyendok sup dengan hati-hati.“Ibu kelihatan capek,” katanya.Clara tersenyum. “Ibu baik-baik saja.”
Terakhir Diperbarui : 2026-01-28 Baca selengkapnya