Tidak ada yang benar-benar tenang setelah peringatan itu diberikan.Di permukaan, semuanya tampak kembali normal. Rapat berjalan sesuai jadwal, surel dikirim dengan bahasa profesional, senyum dipaksakan di lorong-lorong gedung yang terlalu mengilap. Namun di balik itu, sesuatu telah berubah—seperti retakan halus pada kaca tebal yang hanya terlihat jika cahaya datang dari sudut tertentu.Dan pagi itu, cahaya datang dengan kejam.Ruang rapat lantai dua belas dipenuhi udara pengap. Bukan karena pendingin mati, melainkan karena orang-orang di dalamnya menahan terlalu banyak hal yang tidak ingin mereka ucapkan.“Jadi,” kata pria berkacamata di ujung meja, suaranya berusaha terdengar santai, “kita sepakat ini hanya… miskomunikasi.”Tidak ada yang langsung menjawab.Beberapa pasang mata saling melirik, lalu buru-buru menunduk ke tablet masing-masing. Nama Clara tidak disebut, tapi bayangannya menggantung di tengah ruangan seperti asap yang tidak bisa diusir.“Kita perlu menutup celah,” lanju
Terakhir Diperbarui : 2026-01-25 Baca selengkapnya