Retakan pertama itu tidak datang dengan suara ledakan. Ia tidak bisa didengar, namun ia bisa dirasakan melalui udara yang bergeser.Clara menyadarinya pagi itu saat ia melangkah masuk ke lobi. Untuk pertama kalinya sejak kampanye hitam ini dimulai, seseorang menyapanya tanpa keraguan yang menggantung di wajah mereka.“Pagi, Clara.”Nada suara rekan kerja itu biasa saja. Tidak terlalu ramah, tidak canggung, dan yang terpenting—tidak berhati-hati. Itu adalah nada suara manusia yang tidak lagi takut tertular nasib buruk. Clara membalas dengan anggukan kecil yang sopan."Pagi," jawabnya singkat.Itu bukan kemenangan telak, tapi itu adalah sebuah tanda. Di dalam lift, percakapan tidak lagi mati mendadak saat ia masuk. Ada jeda, tentu saja, namun orang-orang tetap berbicara meski dengan volume yang lebih rendah. Mereka tidak lagi takut terlihat berada di radius yang sama dengan Clara. Isolasi sosial yang dibangun Baskoro mulai mencair karena panas yang ia ciptakan sendiri.Di mejanya, Clara
อ่านเพิ่มเติม