Efek pantul tidak meledak seketika, melainkan rangkaian kejadian kecil yang perlahan menghantam balik. Clara menyadarinya pagi itu dari satu hal spesifik: ponsel yang tidak berdering.Biasanya, sebelum pukul delapan, rekan kerja sudah sibuk menebak arah angin lewat panggilan telepon. Namun hari ini, layar ponselnya tetap gelap dan sunyi. Clara berdiri di dapur, menatap ponselnya di atas meja granit, sementara uap ketel yang mendidih terlalu lama mulai memenuhi ruangan."Mereka sedang menghitung," gumamnya pelan. "Mereka sedang mengukur arah angin."Arka duduk di meja makan dengan wajah bantalnya, sedang asyik menggambar sesuatu di buku sketsa—sebuah rumah dengan terlalu banyak jendela."Bunda?" katanya sambil menguap lebar. "Hari ini kita tetap ke sekolah, kan?""Tentu saja," jawab Clara, memaksakan sebuah senyum yang terasa kaku di wajahnya. "Hari ini sama seperti hari-hari biasa."Ia mengatakan itu dengan nada paling meyakinkan yang bisa ia berikan. Namun, di dalam hatinya, kata "bia
Read more