Dua hari berlalu tanpa apa pun. Ravian tetap bekerja dari kantor seperti biasa. Aruna bolak-balik membawa dokumen, rapat, laporan, semuanya berjalan normal. Siang itu, ketika Aruna kembali dari ruang arsip dengan setumpuk map di tangannya ia melihat seseorang duduk di kursi tunggu depan ruang Ravian. Perempuan. Rambut panjang bergelombang rapi mengenakan gaun mahal. Kaki bersilang anggun. Dan senyum tipis yang terlalu percaya diri untuk sekadar tamu biasa. Aruna langsung mengenalinya. Helena. Setelah hampir sebulan diacuhkan oleh Ravian dan berhenti mendatangi kantor, wanita itu datang lagi kali ini, bahkan tidak membuat janji terlebih dahulu. Memangnya dia pikir pria itu akan keluar dari ruangannya dan ia bisa menyergap Ravian begitu ia muncul. Helena memang bebal. Helena menoleh pelan ketika merasakan tatapan Aruna. Senyumnya melebar. “Ah,” ucapnya ringan, “sekretaris yang sangat rajin itu.” Aruna berjalan mendekat dengan ekspresi datar. “Selamat
Terakhir Diperbarui : 2026-01-30 Baca selengkapnya