"Hah!" Aruna terbangun dengan penuh raut wajah penuh keterkejutan. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Sudah lama ia tak bermimpi tentang kematian adiknya, dan hari ini ia mengalami mimpi itu lagi, mimpi saat dimana ia melihat jasad sang adik yang meninggal dengan mengenaskan. "Hah... hah... hah..." ia mengusap wajahnya dan merasakan ada sebuah rasa kasar ketika ia mengusap wajahnya itu. "Eh?" ia menatap telapak tangannya, bekas make-up. Aruna sontak menoleh ke sekitar, ternyata dia tertidur di ruang kerja Ravian lagi? apa-apaan ini, dia tertidur disini selama 2 hari berturut-turut. "Aku pasti sudah gila," gumamnya sembari mengusap jidatnya. Entah sejak kapan ia tertidur, namun ia ingat bahwa posisi terakhirnya adalah berada di lantai. Tapi kenapa dia berada di atas sofa? ia melihat ke belakang, ada bantal sofa, ia tak mungkin sengaja tidur disini dengan meletakkan bantal disana"Apakah pelayan membantuku?
Terakhir Diperbarui : 2026-01-25 Baca selengkapnya