“Ibu, hentikan,” sela Roderick lagi, nadanya mulai tegas. “Mereka saling mencintai. Tidak ada urusannya dengan perjodohan politik.” Gareth mengangkat tangannya, menghentikan perdebatan itu. “Cukup. Roderick, kau boleh keluar sekarang. Ada hal pribadi yang ingin aku bicarakan dengan ibumu, dan kau tidak perlu mendengarnya.” Roderick tampak heran dengan pengusiran tiba-tiba itu, tapi sebagai putra yang patuh, ia membungkuk hormat dan berjalan keluar ruangan. Begitu pintu tertutup rapat, suasana di ruang kerja itu langsung berubah sedingin es. Gareth menatap Arielle dengan sorot mata memperingatkan. “Berhati-hatilah saat kau bicara, Arielle. Mulut dan lidahmu tidak boleh menyebut hal terlarang.” Roderick tidak tahu siapa ibu Cal. Dia hanya tahu Cal bukan anak Arielle, dan Gareth ingin tetap seperti itu sampai kapan pun. Tapi peringatan itu tidak membuat Arielle takut, ia justru tertawa keras—karena muak. “Kalau begitu, mungkin ini saat yang tepat untuk memberitahunya!” desis Ariel
Terakhir Diperbarui : 2026-04-26 Baca selengkapnya