Perjalanan kembali ke kastil terasa seperti kurungan penyiksaan. Kereta melaju secepat mungkin, tapi bagi Tili, waktu seolah berhenti. Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Matanya nanar menatap kosong, sementara giginya terus-menerus menggigiti ujung kukunya hingga rusak. Setiap kali ada yang berani membuka mulut—entah itu Ise yang kebingungan atau Lio yang terisak memeluk Darian—Tili langsung mengangkat tangan, mengisyaratkan mereka semua diam. Ia butuh keheningan total untuk menyusun kepingan gila di kepalanya. Bahkan Cal tidak bisa mengajaknya bicara, akhirnya ia hanya meraih tangan Tili. Berulang kali berusaha mencegahnya menggigit kuku, tapi tetap saja tangan Tili kembali ke bibir. Cal akhirnya menggenggam erat, sampai Tili diam sama sekali—hanya bernapas. Tili baru bergerak begitu roda kereta berhenti di pelataran Kastil Cornwall, langsung melesat turun. “Ragnar, bawa Darian ke kamarnya,” perintah Tili cepat, suaranya bergetar namun tajam. Ragnar yang baru melompat
Last Updated : 2026-05-01 Read more