“Belinda, kamu… kamu benar-benar yakin?” Suara Alan berat, penuh kekhawatiran. Alan menatap sekilas ke samping, Belinda terlihat duduk tenang dengan ponsel di tangannya, wajahnya datar. “Cerai sambil diliput di depan wartawan sebanyak itu… begitu selesai, nggak ada jalan baik.”Dalam beberapa hari terakhir, Alan akhirnya merangkai kisah berantakan tiga tahun pernikahan Arga dan Belinda. Berulang kali Belinda mengangkat ancaman cerai seperti pedang, setiap kali memantik drama. Namun, setiap kali pula Belinda yang akhirnya menelan sesal dan kembali merapat pada Arga. meskipun begitu, kali ini tekadnya terlihat berbeda, tidak goyah ataupun tergesa. Seolah keputusan ini sudah lama disiapkan.“Kenapa aku harus menyesal?” Belinda mengangkat pandangan dari layar ponsel. Tatapannya bertemu mata Alan, ada bara menantang
Baca selengkapnya