Sambil bersandar di sandaran ranjang, Belinda menggulir layar melewati setiap hujatan. Jantungnya sempat berdebar kencang, tapi ia memaksa napasnya kembali teratur.Anehnya, Belinda tetap tenang, seolah riuh itu tak menyentuhnya. Mungkin karena ia sudah terlalu dekat dengan kematian, sehingga hal-hal seperti ini terasa remeh. Alih-alih marah, Belinda justru menganggapnya lucu dengan cara yang getir.Dua pesan suara dari Manda masuk secara berturut-turut, nadanya penuh kecemasan.“Belinda, kalau rekam medis itu bukan bocor dari orang rumah sakit, berarti yang nyebarin pasti orang yang tahu persis tanggal kamu keguguran. Kamu kan selalu nggak enakan dan males ngerepotin orang. Aku sendiri baru tahu di malam kamu telepon aku. Siapa lagi yang tahu tanggalnya? Kalau ternyata nggak ada, aku bantu kamu gugat rumah sa
Last Updated : 2026-03-02 Read more