Andri sempat terdiam canggung, lalu buru-buru mengganti topik. “Kalau begitu, Pak, sekarang mau langsung menjenguk Bu Cantika di Greenhill Residence, ya? Katanya beliau masih infus di sana.”Arga mengangguk, berjalan ke arah mobil. Namun mendadak, langkahnya melambat. Ia menatap Andri dengan pandangan ragu. “Andri, malam waktu kamu lapor soal Belinda, kamu nunggu di luar hotel, kan?”Andri tampak heran sesaat, tapi akhirnya mengangguk. “Iya, Pak. Waktu itu Bapak bilang mau langsung ke sana, saya pikir lebih baik nunggu di mobil, siapa tahu Bapak butuh bantuan. Memangnya kenapa, Pak?”Sebelum menjawab, Arga melangkah masuk ke dalam mobil. Suaranya datar, nyaris dingin. “Belinda lihat kamu malam itu. Dia pikir kehadiranmu memang sengaja kuatur untuk mengabadikan aibnya.”
Read more