Belinda menatap Mega dingin, suaranya tetap datar. “Mega, sepertinya pegangan yang aku punya tentang kamu nggak semenakutkan yang aku kira.”Wajah Mega seketika pucat mendengar pengingat itu. Ia memalingkan muka, memutus kontak mata. “Kamu pikir kamu bisa mengancam aku pakai aib itu? Kuperingatkan, ya, kalau kamu sebarkan dan coba-coba gelawan aku, kamu nggak akan pernah diterima lagi di keluarga Mahardika.”Belinda mencibir tajam. “Baguslah.”Mega mengatupkan gigi frustasi, lalu akhirnya kembali diam.Meliha Mega yang mendadak bungkam, Cantika tampak gelisah. Ia menoleh pada Helena lalu berucap lembut penuh kepura-puraan. “Helena, sepertinya aku salah tadi ngajakin keluar sebentar cari udara… Kalau bukan karena itu, kita
Read more