Belinda mengangguk, lalu bangkit dari tempat tidur, berpamitan pada Wirawan dan Alan, sebelum berjalan menuju kamar Keisha.Keisha masih terbaring pucat, nyaris tanpa tenaga. Seorang perawat menemaninya di sisinya tanpa henti.Begitu melihat Belinda datang, perawat itu segera berdiri dan berbisik, “Keadaannya sedikit membaik, tapi kadar obat di darahnya belum turun banyak. Dokter Mulyana bilang, dengan kecepatan seperti ini, mungkin butuh waktu hampir sebulan lagi…”Belinda menghela napas panjang, memandangi Keisha lekat-lekat, lalu menggenggam tangannya. “Keisha, aku harus pergi beberapa hari. Tolong jaga dirimu, ya. Aku berharap ketika aku kembali, aku bisa mendengar suaramu lagi.” Setelah berkata begitu, ia membungkuk memberikan pelukan lembut.
Read more