Dengan tangan kiri menahan Belinda dan tangan kanan memegang ponsel, Arga melirik ke bawah. “Kucing,” jawabnya datar.“Kucing?” Cantika terdengar bingung, lalu tertawa kecil. “Oh iya, kamu sedang di dekat pantai ya. Pasti banyak kucing liar di sana…” Ia menghela napas lega. “Arga, Mama tadi keluar, aku sendirian di rumah sakit. Bisa kamu datang menemaniku?”Arga berpikir sejenak, lalu menjawab pendek, “Baik, aku ke sana sekarang.”Begitu panggilan berakhir, Belinda mendorong dadanya. “Lepaskan aku!” serunya dengan tatapan dingin. “Pergi sana, temani Cantika Maheswari-mu!”Arga menyeringai tipis. “Aku memang mau menemui Cantika. Lalu kamu? Masih terus bersembunyi di rumah saki
Magbasa pa