Di barak militer, kekacauan merajalela tanpa ampun.Bau darah, keringat, dan debu bercampur menjadi satu, menusuk hidung siapa pun yang menghirupnya. Beberapa ksatria tergeletak di lantai batu yang dingin, tubuh mereka penuh luka memar keunguan. Ada yang menggertakkan gigi menahan rasa sakit, ada pula yang sudah tak sadarkan diri, dadanya naik turun dengan napas tertatih-tatih.Para tabib yang seharusnya mengobati mereka justru bernasib lebih buruk. Kedua tangan mereka diikat ke belakang dengan tali kasar, kulit pergelangan tangan memerah dan berdarah akibat gesekan. Mereka berlutut beriringan, kepala tertunduk, berada tepat di bawah todongan senjata para ksatria berseragam hitam, pasukan suruhan Duke Utara.Langkah kaki berat terdengar memasuki barak.Theodosius melangkah masuk, wajahnya mengeras dalam sekejap. Pria paruh baya itu membelalakkan mata, membuat pupil merah darahnya tampak semakin menyala di bawah cahaya obor. Dadanya naik turun, buk
Terakhir Diperbarui : 2026-02-19 Baca selengkapnya