Pagi itu, langit di atas Ibukota berwarna biru pucat yang bersih, seolah merestui babak baru yang akan digoreskan di tanah Utara.Di pusat kompleks istana, sebuah area luas telah dipagari dengan tali sutra merah.Para bangsawan dari berbagai klan berkumpul dengan pakaian terbaik mereka, jubah beludru yang berat, kerah bulu cerpelai yang kaku, dan perhiasan emas yang berkilau di bawah sinar matahari.Mereka berdiri dengan angkuh, menanti prosesi simbolis yang biasanya membosankan: sang Raja akan menyentuh tanah dengan sekop emas murni, menggali sedikit debu, lalu kembali ke singgasananya untuk berpesta.Namun, Alaric Valen memiliki rencana lain.Saat trompet tanda dimulainya acara berkumandang, Alaric melangkah maju ke tengah area yang masih berupa tanah merah dan sisa-sisa akar pohon.Alih-alih mengenakan jubah kebesarannya, ia hanya memakai kemeja linen putih yang lengannya sudah digulung hingga ke siku, menampakkan otot-otot lengannya yang kokoh dan penuh bekas luka.Di sampingnya,
Leer más