“Jika kau ingin mencari tahu cara tercepat untuk mati di kastil ini, teruslah melangkah menuju koridor itu, Nyonya.”Suara Martha yang parau nyaris membuat Aurelia menjatuhkan lilin di tangannya.Di lorong yang remang dan dingin, pelayan tua itu berdiri seperti bayangan, matanya menatap tajam ke arah pintu besar berkunci ganda yang memisahkan bagian utama kastil dengan Sayap Barat.Namun, peringatan itu justru menjadi bahan bakar bagi api rasa penasaran Aurelia yang sudah menyala sejak malam perjamuan.“Aku sudah mati sejak hari aku menginjakkan kaki di sini, Martha,” balas Aurelia dengan nada datar yang menyembunyikan debar jantungnya. “Setidaknya, izinkan aku tahu hantu apa yang berbagi atap denganku.”Begitu Alaric berangkat menuju pelabuhan Amsterdam untuk urusan perdagangan pagi itu, Aurelia bergerak.Dengan kunci yang dia curi dari meja kerja Alaric saat pria itu mandi, ia berdiri di depan pintu terlarang itu. Udara di sekitar Sayap Barat terasa berbeda, lebih lembap, lebih berb
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-29 อ่านเพิ่มเติม