LOGINDemi melunasi utang keluarga dan menghindari kehancuran, Aurelia terpaksa menjadi tumbal dalam pernikahan politik dengan Duke Alaric Valen. Sang Duke dikenal sebagai pria tak berhati. Namun, di balik tembok kebekuan itu, Aurelia mulai menemukan kepingan rahasia kelam dan luka masa lalu yang membentuk kekejaman Alaric. Di tengah kepungan intrik kerajaan dan ancaman yang mengincar nyawa mereka, kebencian yang selama ini menjadi dinding pembatas mulai terkikis oleh hasrat yang tak terduga. Akankah pernikahan ini berakhir dengan penyatuan dua jiwa, atau justru terkubur dalam tragedi dan tumpahan darah?
View MoreHUMINGA nang malalim si Lauren at dahan-dahang gumapang sa buhangin papunta sa deck kung saan nakatali ang yate pabalik sa syudad ng Alveria. Ang mga mata niya ay alerto sa anumang galaw sa paligid na nababalot ng dilim. Tila barado ang daanan ng hangin papunta sa kaniyang dibdib dahil sa lakas ng tibok ng kaniyang pusong kanina pa niyang pilit na pinakakalma sa takot na baka ito ay marinig ng mga tauhan.
“Dalian niyo!!” Isang malakas na hiyaw ang umalingawngaw sa gitna ng katahimikan. Napapikit siya nang mariin at kinagat ang kaniyang labi habang ang mga luha niya ay patuloy na lumalandas sa kaniyang mga pisngi.
“Lauren!” bulong ng isang tinig. Luminga siya sa kaniyang likuran at nakita ang kapatid niyang si Paula, hindi man niya gaanong nakikita ang mukha nito, ay bakas ang takot sa kaniyang tinig. “Huwag kang hihinto, pagbilang ko ng tatlo sabay sabay tayong tatakbo, okay?”
Pinunasan ni Lauren ang kaniyang mga luha at tumango. Isang malalim na paghinga ang muli niyang pinakawalan sa hangin at muling ibinaling sa deck ang mga mata.
“Isa,” rinig niyang bulong ni Paula sa kaniyang likuran.
“Dalawa.” Natanaw niya ang mga tauhan na isa isa nang sumasampa sa yate. Dahan dahan siyang bumangon mula sa pagkakadapa.
“Tatlo!” Bago pa man matapos ni Paula ang salita ay tumakbo sila sa mabilis at kalkuladong paggalaw. Halos tumalon ang puso niya palabas ng kaniyang dibdib nang marating nila ang deck at walang ano ano’y sumakay sa yate nang hindi namamalayan ng mga tauhan.
Dali daling lumingon si Lauren upang tingnan kung nakasunod ba sila Paula, at halos mapasigaw siya sa saya nang makitang nasa likod niya na ang mga ito na hingal na hingal. Pinauna niya sila Paula sa bunker ng yate na nagsisilbing storage room.
Bago siya sumunod ay lumingon siyang muli sa isla at nakita ang isang lalaking nakatayo malapit sa mala-mansiyong bahay na nakatanaw sa kanila, ang lalaking dahilan kung paano sila nakatakas. Kahit sa gitna ng dilim, nakita niya ang kislap ng mga luha nito, at ang masayang ngiti habang pinanonood ang yateng palayo sa isla...
...palayo sa kaniya.
Aula makan di Kastil Valen malam itu terasa begitu hangat, jauh dari kesan dingin yang biasanya melekat pada dinding-dinding batu besar peninggalan masa lalu.Lilin-lilin perak menyala dengan tenang di tengah meja, menyinari piring-piring porselen yang menyajikan daging rusa panggang hasil buruan Laurent. Aroma rempah dan lemak yang gurih memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang intim bagi keluarga kecil itu.Aurelia memotong daging di piringnya dengan gerakan anggun, lalu menatap Laurent yang duduk tegak di hadapannya.“Daging ini sangat empuk, Laurent. Aku masih tidak percaya anakku yang baru berusia sembilan tahun sudah bisa menjatuhkan rusa jantan sebesar itu dengan satu anak panah. Kau benar-benar cepat tanggap dalam menyerap ilmu ayahmu.”“Aku hanya mengingat pesan Papa tentang menahan napas, Ma,” sahut Laurent dengan nada rendah hati, meski binar kebanggaan sulit disembunyikan dari matanya yang tajam.“Bukan hanya cepat tanggap,” sela Elara yang duduk di samping kakaknya.Gad
Udara pagi di Hutan Valen terasa tajam dan bersih, membawa aroma pinus yang basah serta tanah yang lembap. Sinar matahari menerobos di sela-sela kanopi pepohonan yang rimbun, menciptakan kolom-kolom cahaya yang jatuh tepat di atas rumput tinggi.Di balik semak-semak lebat, dua sosok berdiri dengan keheningan yang absolut. Alaric, yang kini tampak lebih matang dengan beberapa helai uban tipis di pelipisnya, berdiri membeku di belakang Laurent.Laurent, yang telah tumbuh menjadi bocah laki-laki berusia sembilan tahun yang tangkas, memegang busur kayu hitamnya dengan stabilitas yang mengesankan.Bahunya kokoh, napasnya teratur, dan matanya yang tajam mengunci seekor rusa jantan besar yang sedang merumput sekitar lima puluh langkah di depan mereka.“Ingat apa yang kukatakan, Laurent,” bisik Alaric, suaranya sangat rendah hingga hampir menyatu dengan desau angin.“Jangan melawan angin. Jadilah bagian dari angin itu sendiri. Rasakan tarikan senarmu bukan dengan otot, tapi dengan naluri. Lep
Malam di Kastil Valen kembali dicekam oleh ketegangan yang serupa, namun kali ini udara terasa lebih berat oleh antisipasi yang menyesakkan.Di balik pintu kayu jati yang tertutup rapat, suara rintihan Aurelia yang sedang berjuang memberikan kehidupan baru bergema di sepanjang koridor. Alaric berdiri mematung di depan pintu, jemarinya meremas hulu pedang dengan begitu kencang hingga buku-buku jarinya memutih.“Ric, demi para leluhur, berhentilah menatap pintu itu seolah kau ingin mendobraknya dengan bahumu,” suara Edward, sahabat dekat Alaric terdengar tenang namun tegas dari arah belakang. “Ini adalah proses alami. Kau sudah melewatinya sekali bersama Laurent.”“Alami?” Alaric berbalik, matanya berkilat penuh kecemasan yang liar. “Dia sedang kesakitan di dalam sana, Edward! Aku bisa mendengar dia mengejan, aku bisa merasakan setiap tarikan napasnya yang berat. Dan aku di sini, berdiri seperti pengecut yang hanya bisa menunggu instruksi dari seorang bidan!”“Kau bukan pengecut, kau ad
Di pagi hari di tengah hamparan bunga mawar biru, seorang balita dengan energi yang seolah tak habis-habis sedang melakukan invasi terhadap ketenangan taman.Laurent berlari zigzag, sesekali berhenti untuk mencoba menangkap kupu-kupu, lalu kembali melesat dengan tawa melengking yang menggema hingga ke pilar-pilar kastil.“Laurent! Sayang, jangan terlalu dekat dengan kolam!” seru Aurelia sambil mencoba mengejar langkah kecil putranya dengan napas yang mulai memburu.Perutnya yang kini kian membuncit membuat setiap gerakan terasa dua kali lebih berat. Ia baru saja hendak melangkah lebih cepat saat rasa nyeri yang familiar menusuk pinggangnya, memaksanya berhenti dan memegang sandaran kursi taman dari besi tempa.“Yang Mulia, mohon hamba memohon,” Madame Greta segera menghampiri, wajahnya penuh kecemasan profesional.“Wajah Anda sudah sangat pucat. Biarkan kami yang mengawasi Pangeran Laurent. Anda harus duduk dan beristirahat, atau Baginda Raja akan memenggal kepala kami semua jika meli
Angin kencang bersiul di celah-celah menara Kastil Valen, membawa hawa dingin yang menusuk tulang. Di tengah kesunyian aula utama, derap langkah Hans terdengar tergesa-gesa. Ia tidak datang sendiri.Di belakangnya, seorang wanita misterius dengan jubah lusuh dan cadar hitam pekat berjalan dengan ke
Alaric meludah ke samping dengan wajah mengeras. “Jika aku tahu dia membawa kutukan pangeran itu, aku sudah membakarnya hidup-hidup di pasar budak tempat aku menemukannya!“Dia bersumpah padaku bahwa dia hanya yatim piatu tanpa asal-usul. Sampaikan pada Raja, bahwa Duke Valen tidak akan membiarkan
Fajar menyingsing di ufuk timur Desa Aris, membasuh ladang-ladang gandum yang layu dengan cahaya keemasan yang pucat.Di depan pondok kecil Nenek Isolde, udara dingin menggigit hingga ke tulang, namun ketegangan yang menggantung di antara mereka jauh lebih dingin daripada embun pagi.Kuda-kuda suda
Malam di pondok pegunungan itu seharusnya menjadi perlindungan terakhir, sebuah benteng kayu yang memisahkan mereka dari kebisingan dunia.Namun, bagi Aurelia, keheningan justru menjadi panggung bagi simfoni kematian yang paling mengerikan.Di luar, suara sungai yang mengalir deras biasanya menenan


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore