LOGINDemi melunasi utang keluarga dan menghindari kehancuran, Aurelia terpaksa menjadi tumbal dalam pernikahan politik dengan Duke Alaric Valen. Sang Duke dikenal sebagai pria tak berhati. Namun, di balik tembok kebekuan itu, Aurelia mulai menemukan kepingan rahasia kelam dan luka masa lalu yang membentuk kekejaman Alaric. Di tengah kepungan intrik kerajaan dan ancaman yang mengincar nyawa mereka, kebencian yang selama ini menjadi dinding pembatas mulai terkikis oleh hasrat yang tak terduga. Akankah pernikahan ini berakhir dengan penyatuan dua jiwa, atau justru terkubur dalam tragedi dan tumpahan darah?
View More「久遠さん!しっかり!」
ストレッチャーに載せられ、救急車へ運ばれる私は、腹部を襲う激しい痛みに、不安はますます募っていく。スマホの画面に付いた血の跡に構う余裕もなく、発信音を聞きながら、視界が少しずつ滲んでいく……足の間を伝わる生温い感覚、止めどなく流れているであろう体内から排出される血。それと対比して私の体温は下がって行く。救急車の中の医療スタッフの切迫した声が響く。
プツ……
電話が繋がった。
「……用件は?」
スマホから聞こえて来る冷たい声。夫の久遠湊の声だ。その声は落ち着き払っていて、私とは少しでも言葉を交わしたくないという感情がその声のトーンで読み取れる。
「湊……大変なの……私、血が、出て……赤ちゃんが……」
一瞬の静寂。答えが返って来ないその数秒は私にとって何よりも長く感じた。
「血……? 赤ちゃん?」
湊の声は“私が何を言っているのか全く分からない”といった雰囲気だ。そして大きな溜息が聞こえ、湊が冷たく言う。
「同じ手口を何度使うつもりだ?」
スマホの向こうからガヤガヤと声がしている。
「俺は忙しいんだ、君も知っているだろう? 君の芝居に付き合っている暇は無いんだよ」
私は涙を流しながら言う。
「違うの……本当に……!」
そこまで言って痛みが走る。言葉が切れてしまう。それでも伝えなくちゃいけないと思い、言う。
「今、救急車で……運んで貰ってて……」
その時だった。
「湊さん、誰と話してるの?」
スマホの向こうから女性の声がする。柔らかく甘えた口調、そしてその声の主を私は知っている。その声を聞いた瞬間、思わず息を呑み、心臓が強く跳ねる。
柔らかく甘えた口調、そしてその声……まさか、彼女……?
―——そんなはず、ない……
「くるみ……何でも無いんだ。大丈夫」
湊の言葉は重い一撃のように、私がずっと目を背けてきた予感を容赦なく裏づけた。
――くるみ……やはり、彼女だった。我が家の家政婦の娘の名前。
(湊は今、彼女と一緒に居る……どうして彼女と一緒に居るの?)
「ねぇ、湊さん、一緒に検査結果を聞きに行ってくれない?」
甘えるような声でそういう彼女に湊がふわっと笑うのがスマホ越しでも分かる。“何でも無いんだ”その一言を聞いただけでも分かる。私と話す時と彼女と話す時の声のトーンやその態度の違い。あんなに優しい声で話す湊は、私はもう何年も見ていない。
(でも、どうして……?湊は今……なぜ彼女と一緒にいるの?)
その疑問が、頭の中でグルグル回る。鼓動が激しくなり、息が苦しい。流産の危機に瀕しているから、鼓動が激しいのだと自分に言い聞かせる。私は震える体で息を吸い込み、血のついたスマホを握り締め、何度となく浮かんでは消える同じ質問を言葉にする。
「湊……何でくるみと……どうして……」
直後、スマホの向こうでアナウンスが流れる。
「愛沢くるみさん、妊婦検診でお待ちの愛沢さん、診察室三番へどうぞ~」
それが聞こえて来た次の瞬間にはプツッと通話が切れ、ツーツーツーと冷たい電子音が響いていた。
妊婦検診――
その言葉が私の心を引き裂く。
乾いた笑いが込み上げて来る。笑っている筈なのに涙が溢れて止まらない。もう手に力が入らなかった。手からスマホが滑り落ち、救急車の床にスマホが乾いた音を立てて、転がった。
(……そうだったのね)
両脚の間に温かい感触が伝わり、体内の血液は止めどなく流れ出す。それに反して私の体温は少しずつ下がっていく。
なんて、滑稽なんだろう。
私が流産の危機に瀕している時。
私の夫は他の女の妊婦検診に付き添っている。
しかもその女は、私の家の家政婦の娘だ。
「久遠さん、点滴をしますよ」
医療スタッフがそう言い、私の腕に針を刺す。痛い筈のその感覚を私はもう無くしていた。
乾いた笑いが込み上げる。すぐに痛みが走って笑っていられなくなる。手が冷たくなっていき、感覚が無くなっていく。医師である自分でもこの状態が良くない事は分かっている。
(きっと、もう、ダメ、なのよね……)
意識が朦朧とする中で、私はもう二度と目覚めたくない、と心から思った。
Aula makan di Kastil Valen malam itu terasa begitu hangat, jauh dari kesan dingin yang biasanya melekat pada dinding-dinding batu besar peninggalan masa lalu.Lilin-lilin perak menyala dengan tenang di tengah meja, menyinari piring-piring porselen yang menyajikan daging rusa panggang hasil buruan Laurent. Aroma rempah dan lemak yang gurih memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang intim bagi keluarga kecil itu.Aurelia memotong daging di piringnya dengan gerakan anggun, lalu menatap Laurent yang duduk tegak di hadapannya.“Daging ini sangat empuk, Laurent. Aku masih tidak percaya anakku yang baru berusia sembilan tahun sudah bisa menjatuhkan rusa jantan sebesar itu dengan satu anak panah. Kau benar-benar cepat tanggap dalam menyerap ilmu ayahmu.”“Aku hanya mengingat pesan Papa tentang menahan napas, Ma,” sahut Laurent dengan nada rendah hati, meski binar kebanggaan sulit disembunyikan dari matanya yang tajam.“Bukan hanya cepat tanggap,” sela Elara yang duduk di samping kakaknya.Gad
Udara pagi di Hutan Valen terasa tajam dan bersih, membawa aroma pinus yang basah serta tanah yang lembap. Sinar matahari menerobos di sela-sela kanopi pepohonan yang rimbun, menciptakan kolom-kolom cahaya yang jatuh tepat di atas rumput tinggi.Di balik semak-semak lebat, dua sosok berdiri dengan keheningan yang absolut. Alaric, yang kini tampak lebih matang dengan beberapa helai uban tipis di pelipisnya, berdiri membeku di belakang Laurent.Laurent, yang telah tumbuh menjadi bocah laki-laki berusia sembilan tahun yang tangkas, memegang busur kayu hitamnya dengan stabilitas yang mengesankan.Bahunya kokoh, napasnya teratur, dan matanya yang tajam mengunci seekor rusa jantan besar yang sedang merumput sekitar lima puluh langkah di depan mereka.“Ingat apa yang kukatakan, Laurent,” bisik Alaric, suaranya sangat rendah hingga hampir menyatu dengan desau angin.“Jangan melawan angin. Jadilah bagian dari angin itu sendiri. Rasakan tarikan senarmu bukan dengan otot, tapi dengan naluri. Lep
Malam di Kastil Valen kembali dicekam oleh ketegangan yang serupa, namun kali ini udara terasa lebih berat oleh antisipasi yang menyesakkan.Di balik pintu kayu jati yang tertutup rapat, suara rintihan Aurelia yang sedang berjuang memberikan kehidupan baru bergema di sepanjang koridor. Alaric berdiri mematung di depan pintu, jemarinya meremas hulu pedang dengan begitu kencang hingga buku-buku jarinya memutih.“Ric, demi para leluhur, berhentilah menatap pintu itu seolah kau ingin mendobraknya dengan bahumu,” suara Edward, sahabat dekat Alaric terdengar tenang namun tegas dari arah belakang. “Ini adalah proses alami. Kau sudah melewatinya sekali bersama Laurent.”“Alami?” Alaric berbalik, matanya berkilat penuh kecemasan yang liar. “Dia sedang kesakitan di dalam sana, Edward! Aku bisa mendengar dia mengejan, aku bisa merasakan setiap tarikan napasnya yang berat. Dan aku di sini, berdiri seperti pengecut yang hanya bisa menunggu instruksi dari seorang bidan!”“Kau bukan pengecut, kau ad
Di pagi hari di tengah hamparan bunga mawar biru, seorang balita dengan energi yang seolah tak habis-habis sedang melakukan invasi terhadap ketenangan taman.Laurent berlari zigzag, sesekali berhenti untuk mencoba menangkap kupu-kupu, lalu kembali melesat dengan tawa melengking yang menggema hingga ke pilar-pilar kastil.“Laurent! Sayang, jangan terlalu dekat dengan kolam!” seru Aurelia sambil mencoba mengejar langkah kecil putranya dengan napas yang mulai memburu.Perutnya yang kini kian membuncit membuat setiap gerakan terasa dua kali lebih berat. Ia baru saja hendak melangkah lebih cepat saat rasa nyeri yang familiar menusuk pinggangnya, memaksanya berhenti dan memegang sandaran kursi taman dari besi tempa.“Yang Mulia, mohon hamba memohon,” Madame Greta segera menghampiri, wajahnya penuh kecemasan profesional.“Wajah Anda sudah sangat pucat. Biarkan kami yang mengawasi Pangeran Laurent. Anda harus duduk dan beristirahat, atau Baginda Raja akan memenggal kepala kami semua jika meli
Musim semi di tahun kedua Laurent ditandai dengan mekarnya bunga-bunga mawar biru yang lebih lebat dari sebelumnya, seolah tanah Utara benar-benar telah menerima darah Laurent sebagai bagian dari jiwanya. Aula besar dipenuhi dengan tawa riuh para bangsawan dan rakyat yang diundang untuk merayakan
Musim semi telah sepenuhnya menyelimuti Taman Valerine dengan kemewahan warna hijau dan aroma melati yang memabukkan. Taman yang dulu hanyalah sebidang tanah berbatu di belakang kastil, kini telah bertransformasi menjadi oase rimbun yang dipenuhi tanaman dari dua wilayah berbeda: mawar biru khas k
Keheningan yang merayap di kamar utama Istana Valen malam itu terasa berbeda, bukan kesunyian yang mencekam seperti di barak militer, melainkan ketenangan yang hangat dan rapuh.Lilin-lilin di dinding sudah hampir habis terbakar, menyisakan keremangan yang menyelimuti ranjang besar tempat keluarga
Sinar matahari pagi menembus kaca patri kapel istana, menciptakan mosaik warna-warni yang jatuh tepat di atas lantai marmer hitam yang dingin.Suasana di dalam ruangan itu begitu kaku, seolah-olah oksigen di sana telah digantikan oleh aroma kemenyan yang berat dan ekspektasi para bangsawan yang ber












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore