Yurike terdiam cukup lama tanpa berkata apa pun. Elara akhirnya angkat bicara, "Perlu telepon Profesor Arizo?"Baru saja kata-kata itu dilontarkan, ponsel Yurike kembali berdering. Kali ini Arizo yang menelepon. Yurike mengangkat panggilan, suaranya terdengar sedikit serak, "Kak."Arizo berkata, "Aku sudah dengar soal ini. Ayahmu meneleponmu?"Yurike mengiyakan, "Dia suruh aku ke Golden Cliff sekarang juga."Arizo berkata, "Kalau begitu kamu pergi dulu, lihat bagaimana situasinya. Dan jangan bertindak gegabah." Kalimat terakhir itu dia tekankan secara khusus.Yurike menjawab, "Aku mengerti."Setelah menutup telepon, Yurike menenangkan diri sejenak, lalu berkata kepada Elara, "Maaf, Elara. Aku antar kamu pulang dulu."Elara menggeleng. "Di depan sudah stasiun MRT. Aku pulang naik MRT saja."Suaminya membela kekasihnya, sementara dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan Elara sempat menyesali apakah kata-katanya kepada Deon waktu itu malah membuatnya semakin murka.Yurike tidak memaksa
อ่านเพิ่มเติม