Elara berjalan tertatih-tatih, sesekali berhenti. Sejak siang tadi dia memang hampir tidak makan apa-apa. Sekarang rasanya dingin dan lapar. Perutnya mulai terasa tidak nyaman.Setelah berjalan lebih dari setengah jam, Elara akhirnya sampai di gerbang utama.Saat dia hendak melangkah ke luar, satpam di pintu masuk menghentikannya. "Bu Elara, Pak Deon menyuruhmu kembali."Elara tertegun. Menyuruhnya kembali tentu bukan karena peduli padanya. Dia berkata, "Aku nggak akan kembali." Sambil berkata demikian, dia menahan perutnya dan hendak melangkah pergi.Namun, satpam tetap menghalanginya. "Kami juga nggak bisa membiarkanmu pergi. Kamu sedang hamil, malam hari udara dingin. Kalau sampai terjadi apa-apa, kami nggak bisa memikul tanggung jawabnya. Tolong kembali saja."Elara mengangkat kepala menatap satpam, mengembuskan napas hangat, lalu melunakkan nada bicaranya. "Boleh pinjam ponselmu untuk telepon sebentar?"Satpam menjawab, "Maaf, Bu."Elara berdiri di tempat, hanya merasa perutnya se
อ่านเพิ่มเติม