"Aku dengar dari ibumu, di jamuan Keluarga Satrio sebelumnya, Pak Fendi menyebut namamu secara khusus."Pada malam jamuan Keluarga Satrio itu, Zayden tidak hadir karena ada urusan pekerjaan.Deon mengangguk pelan.Zayden berkata, "Kamu tahu sendiri sifat Pak Fendi itu. Dulu dia paling sering muji kamu. Kali ini dia pasti nggak puas sekali dengan sikapmu. Sekarang orang itu sudah menikah, anaknya juga sebentar lagi lahir, kamu harus lebih hati-hati."Wajah Deon menggelap, dia tidak memberi tanggapan.Zayden menatap putranya. Pernikahan ini memang telah membuat Deon banyak berkorban. Sebelumnya, mereka sempat menyiapkan pasangan perjodohan yang sepadan untuknya, baik dari latar belakang, kemampuan, maupun penampilan, semuanya cocok dengan Deon.Namun, sejak kecil putranya ini sangat mandiri dan tidak suka diatur. Dia memang punya kemampuan dan modal yang cukup, jadi tidak harus mencari pasangan yang benar-benar sepadan dari segi status. Karena itu, ketika dia memilih menikah dengan wanit
Read more