Reynard berjalan ke depan Landy. Suaranya tajam saat bertanya lagi, "Sebenarnya siapa yang nyuruh kamu lakuin ini?"Landy tetap diam.Kesabaran Reynard pun habis."Kalau kamu tetap nggak bicara, nggak peduli apa pun yang dijanjikan orang di belakangmu, siap-siap saja diboikot dari seluruh industri."Begitu kata-kata itu dilontarkan, Landy ketakutan hingga langsung mendongak. Saat bertatapan dengan mata pria yang sedingin es dan mengerikan itu, keringat dingin langsung membasahi punggungnya.Jelas, Reynard sama sekali tidak sedang bercanda."Aku ...." Bibir Landy gemetar, tetapi dia tidak tahu harus berkata apa.Saat itu, ponsel Elara bergetar. Dia mengambilnya dan melihat panggilan dari Deon.Elara mengangkat telepon. "Halo."Deon bertanya, "Sudah sampai hotel?"Nada bicara pria itu sama sekali tidak menunjukkan emosi apa pun.Elara berkata, "Sudah. Elise sekarang sama neneknya.""Kamu sekarang di mana?"Elara tidak menjawab, malah balik bertanya, "Memangnya ada apa?"Deon tidak mungki
Read more