Hari itu, seluruh keluarga sedang duduk bersama menikmati sarapan.Elise sedang mengobrol dengan William dan Larissa, membuat keduanya tertawa terbahak-bahak. Vadi yang berada dalam pelukan Larissa juga tertawa sambil mengeluarkan suara "aa... aa...", seolah ingin ikut bicara.Suasana hangat dan penuh kebahagiaan memenuhi ruangan. Tanpa sadar, sudut bibir Elara melengkung membentuk senyuman.Saat itu juga, seorang pembantu masuk dan berkata kepada Elara, "Ponsel Nona bunyi."Elara berjalan ke ruang tamu, mengambil ponselnya dari dalam tas. Ternyata yang menelepon adalah Yurike.Setelah mengangkat telepon dan mendengar apa yang dikatakan Yurike, ekspresinya langsung berubah drastis. "Aku akan segera ke kantor."Elara menutup telepon, lalu kembali ke ruang makan. "Ayah, Ibu, ada urusan mendadak di kantor. Aku harus pergi sekarang. Bu, nanti tolong antar Elise ke sekolah ya."Melihatnya begitu terburu-buru, William dan Larissa tidak banyak bertanya.Elara juga berpamitan dengan Elise."Ha
Read more