Elara kembali menatapnya dan berkata, "Besok dia akan kembali ke Kota Helmar."Mendengar itu, Yurike menatap Elara, lalu mengangkat bahu sambil memakan jeruk yang baru saja dikupasnya. "Apa hubungannya sama aku?"Elara tiba-tiba bertanya, "Kalau kita anggap saja Doreen nggak ada, menurutmu, Vidi itu orangnya seperti apa?"Sekarang setelah mengetahui identitas Vidi, sosok kakak yang dikenalnya semasa kecil, dan Vidi yang sekarang benar-benar terasa seperti dua orang yang berbeda. Elara tidak bisa melihat keduanya sebagai orang yang sama.Meskipun sekarang Vidi berusaha menebus kesalahannya, merasa bersalah, dan meminta maaf, Elara tetap tidak bisa menyatukan kedua sosok itu dalam benaknya. Karena itulah, dia tidak mampu menerimanya.Yurike terdiam sejenak. Dia mengambil bantal sofa dan memeluknya, lalu mendongak menatap langit-langit. Pikirannya perlahan melayang jauh, tenggelam dalam kenangan.Setelah cukup lama, dia berkata dengan nada yang sangat serius, "Jujur saja, dulu menurutku d
Read more