Min Ho merasa sudah ahli dalam sekejap. Ia menggenjot Hanna dengan penuh nafsu. Min-ho mengerang panjang, badannya melengkung di bawah Hanna kayak orang yang akhirnya nyerah total. Udara di kamar udah berat banget, campur bau minyak ylang-ylang yang manis, keringat mereka, dan sedikit aroma cendana yang nempel di kulit Hanna. Cahaya bulan nyelinap lewat dinding kaca, bikin sprei sutra hitam yang udah acak-acakan kelihatan makin menggoda. Hanna masih di atas, tatapannya nyorot ke wajah Min-ho yang tertutup kain sutra hitam. Bibir pria itu setengah terbuka, napasnya ngos-ngosan, tangannya nyengkram pinggul Hanna kayak takut kehilangan pegangan. “Ya… aku siap,” gumam Min-ho, suaranya serak dan penuh gairah. “Ajarin aku… bikin aku bisa bikin dia gila nanti.” Hanna nyengir kecil, meski Min-ho nggak bisa liat. Tangan kanannya masih main-main di tonjolan keras di celana dalam pria itu, digosok pelan-pelan lewat kain tipis yang udah basah. “Bagus, sayang,” bisiknya sambil mendekat ke
Last Updated : 2026-01-16 Read more