Beranda / Fantasi / Kutukan Putri Pulau Cinta / Pelajaran Melayani Wanita Pemalu (21+)

Share

Pelajaran Melayani Wanita Pemalu (21+)

Penulis: Tutur K. S
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-22 01:50:05

Hanna menarik napas dalam, menatap Min-ho dengan mata yang sudah gelap karena hasrat.

“Sekarang... kita ke tahap yang lebih dalam,” katanya, suaranya serak tapi tetap tenang. “Kamu sudah tahu cara bikin aku basah dan gemetar. Sekarang... aku mau kamu coba masuk. Tapi ingat aturan pemalu: pelan sekali, tanya terus, dan jangan pernah paksa. Aku akan jadi 'calon istri' kamu malam ini. Kamu yang kendali, tapi aku yang kasih tahu kalau ada yang salah.”

"Aku boleh melakukannya? Boleh masukin kont*l i
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kutukan Putri Pulau Cinta   Kesepakatan Yang Menggoda Dengan Kenzo

    Di ruangan rahasia lantai bawah, kegelapan terasa lebih pekat setelah pintu tertutup. Cahaya lentera kecil di sudut ruangan cuma mampu menerangi sebagian kecil—bayangan naga emas di dinding batu hitam berkilau samar seperti mata yang mengawasi, aroma cendana dari dupa yang sudah padam masih menggantung di udara seperti napas lama yang enggan pergi. Hanna duduk di lantai tatami yang dingin, jubah sutra basah menempel di kulitnya, air masih menetes pelan dari ujung rambut hitamnya ke bahu, membentuk genangan kecil yang dingin di bawahnya. Napasnya tersengal, dada naik-turun cepat, mata hijau tajamnya berkaca-kaca tapi tatapannya sudah kembali tegas—panik tadi mulai digantikan oleh tekad yang dingin.Kenzo berdiri di ambang pintu, handuk putih melilit pinggang, kulitnya masih berkilau karena sisa air bathtub. Matanya tidak lepas dari Hanna, tatapannya campur antara kejutan, kekaguman, dan tekad yang tidak mau mundur.Hanna bangkit pelan, tangannya memegang jubah agar tidak terbuka lebih

  • Kutukan Putri Pulau Cinta   Kenzo, Tamu Yang Skeptis

    Di saku kemejanya, Kenzo meraba kartu akses hotel bintang lima yang sempat ia tempati sebelum dijemput. Di sana, ia sempat membaca ulang berkas-berkas digital tentang "Konsultan" ini. Website Pulau Cinta sendiri adalah mahakarya enkripsi. Sebagai ahli teknologi, Kenzo sempat mencoba meretas firewall-nya hanya karena iseng, namun ia selalu berakhir dengan kegagalan total. "Siapa Konsultan ini?" Gumam Kenzo.Di belahan dunia yang berbeda, tepatnya di dek kapal cepat yang membelah ombak laut dalam, Kenzo Tanaka sedang merutuki keputusannya sendiri. Angin laut yang dingin menerpa wajahnya, namun ia tetap berdiri tegak dengan tangan terlipat di depan dada. Kemeja putihnya yang mahal sedikit terbuka di bagian kerah, menampakkan lehernya yang jenjang dan kokoh."Tuan Kenzo, kita sudah memasuki wilayah Khusus Pulau Cinta. Saya harus menjalankan prosedur," suara pria berseragam hitam di sampingnya terdengar tegas namun sopan.Kenzo menoleh, matanya yang tajam di balik kacamata berbingkai tipi

  • Kutukan Putri Pulau Cinta   Naga Yang Lahir Dari Kutukan

    Malam itu, setelah mantra dukun selesai diucapkan, gubuk di hutan gelap itu terasa lebih dingin. Asap dupa hitam masih melayang tebal, membentuk lingkaran aneh di sekitar Empress Miko yang berlutut. Wanita tua bermata buta itu—dukun yang dikenal sebagai Yami no Majo, Penyihir Kegelapan—tersenyum tipis, giginya kuning dan tajam seperti taring ular."Kutukan sudah tertanam, Ratu," katanya dengan suara serak yang seperti gesekan daun kering. "Selir itu takkan menua lagi. Jantungnya akan membeku, tak berdegup kencang untuk siapa pun selain pemilik Benih Suci. Dan tato naga di pahanya… itu akan jadi pengingat abadi. Naga itu akan bangun hanya saat kutukan retak—bersinar emas terang, panas seperti api neraka. Tapi sebelum itu, ia hanya akan jadi tanda kutukan yang semakin dalam."Miko menatap dukun dengan mata penuh kepuasan bercampur ketakutan. "Bagaimana caranya agar Kaisar menolaknya? Aku ingin dia diusir dari istana, diasingkan seperti sampah."Dukun tertawa pelan. "Naga itu akan memban

  • Kutukan Putri Pulau Cinta   Asal Mula Kutukan Hanna (21+)

    Hanna berdiri di depan cermin besar, jari-jarinya perlahan menyusuri garis lehernya sendiri, menelusuri tetesan air yang masih menempel dari mandi tadi. Setiap sentuhan kecil itu membangkitkan ingatan yang sudah lama dia kubur, ingatan tentang tubuh yang pernah membara, tentang malam-malam di mana hasrat adalah satu-satunya bahasa yang dia pahami. Napasnya menjadi lebih berat, dadanya naik-turun lebih cepat, seolah tubuh abadinya masih ingat rasa panas yang dulu.Dia menutup mata, dan dunia sekarang lenyap. Yang tersisa hanyalah malam tiga abad lalu, di kamar pribadi Kaisar Hiroshi.Kaisar Hiroshi menemukannya saat Hanna tersasar di hutan. Mereka jatuh cinta pada pandangan pertama. Kaisar Hiroshi langsung membawanya ke istana dan menjadikannya selir.Sejak saat itu, ruangan Hanna itu seperti sarang kenikmatan bagi mereka berdua. Dinding kayu hitam berkilau di bawah cahaya puluhan lilin merah yang meleleh perlahan, meneteskan lilin panas ke tatami.Aroma dupa cendana tebal dan manis me

  • Kutukan Putri Pulau Cinta   Testimoni Min Ho dan Rencana Menaklukan Aiko

    Hanna berdiri di balkon lantai dua mansion, angin malam dari lautan yang berada di tengah-tengah antara Jepang dan korea membelai rambut hitam panjangnya yang masih sedikit lembab dari keringat sesi dengan Min-ho. Gaun sutra merah marunnya sudah rapi lagi, tapi aroma cendana dan ylang-ylang masih nempel di kulitnya seperti bisikan yang enggan hilang.Dia tarik napas dalam, tangan kanannya otomatis menyentuh dada—tepat di atas jantung yang selama tiga abad ini cuma berdetak pelan, mekanis, kayak jam tua yang udah lupa cara berdegup kencang.Nggak ada reaksi lebih dari tubuh Hanna dengan kegiatannya dengan Min Ho.Hanna tutup mata, ingat lagi momen klimaks tadi. Saat Min-ho lepas di dalamnya, dia nunggu—seperti ratusan kali sebelumnya—tanda yang dia cari selama berabad-abad.Jantungnya tetap diam. Nggak ada debaran liar mendadak, nggak ada rasa hangat yang nyebar dari dada ke seluruh tubuh kayak api yang tiba-tiba hidup lagi. Dengan Min Ho, yang ia rasakan cuma detak biasa, dingin, abad

  • Kutukan Putri Pulau Cinta   Resep & Tips Untuk Min Ho (21+)

    Min Ho merasa sudah ahli dalam sekejap. Ia menggenjot Hanna dengan penuh nafsu. Min-ho mengerang panjang, badannya melengkung di bawah Hanna kayak orang yang akhirnya nyerah total. Udara di kamar udah berat banget, campur bau minyak ylang-ylang yang manis, keringat mereka, dan sedikit aroma cendana yang nempel di kulit Hanna. Cahaya bulan nyelinap lewat dinding kaca, bikin sprei sutra hitam yang udah acak-acakan kelihatan makin menggoda. Hanna masih di atas, tatapannya nyorot ke wajah Min-ho yang tertutup kain sutra hitam. Bibir pria itu setengah terbuka, napasnya ngos-ngosan, tangannya nyengkram pinggul Hanna kayak takut kehilangan pegangan. “Ya… aku siap,” gumam Min-ho, suaranya serak dan penuh gairah. “Ajarin aku… bikin aku bisa bikin dia gila nanti.” Hanna nyengir kecil, meski Min-ho nggak bisa liat. Tangan kanannya masih main-main di tonjolan keras di celana dalam pria itu, digosok pelan-pelan lewat kain tipis yang udah basah. “Bagus, sayang,” bisiknya sambil mendekat ke

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status