Kutukan Putri Pulau Cinta

Kutukan Putri Pulau Cinta

last updateLast Updated : 2026-01-17
By:  Tutur K. SOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
10Chapters
15views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Apakah Anda pria yang insecure? Merasa malu karena masih perjaka di usia matang dan belum ahli di ranjang? Penasaran dengan keinginan terdalam wanita? Hanna adalah solusinya. Di sebuah pulau terpencil yang tersembunyi dari peta, tinggallah seorang wanita dengan kecantikan abadi yang membeku selama tiga ratus tahun. Di balik kemewahan mansionnya, Hanna menjalankan bisnis rahasia paling eksklusif: memberikan "pelatihan keintiman" bagi pria elit berusia 30-40 tahun yang masih terjebak dalam rasa malu karena status perjaka mereka. Namun, Hanna bukan sekadar pemuas nafsu. Ia adalah pencari "Benih Suci", satu-satunya kunci untuk mengakhiri kutukan keabadian yang menyiksanya. Aturan Main Hanna: 1. Klien harus perjaka dan tidak terikat pernikahan. 2. Pendaftaran dilakukan melalui website Pulau Cinta 3. Klien yang terpilih akan dijemput dan dibawa ke lokasi tempat praktek rahasia. 4. Selama proses, mata klien wajib tertutup. 5. Identitas "Konsultan" adalah rahasia. 6. Dilarang melibatkan perasaan. 7. Di akhir sesi, Konsultan akan memberikan kartu resep dan tips rahasia agar sang pria bisa memuaskan pasangan masa depannya secara sempurna. Semua berjalan sesuai protokol yang Hanna sudah tetapkan selama berabad-abad, hingga Kenzo Tanaka tiba. CEO teknologi yang dingin dan skeptis itu datang bukan karena gairah, melainkan rasa ingin tahu yang logis. Namun, saat kulit mereka bersentuhan, dinding es yang dibangun Hanna selama tiga abad retak seketika. Setelah sekian lama, Hanna merasakan debaran hangat di dadanya. Sebuah detak jantung yang seharusnya sudah mati ratusan tahun lalu. Di tengah ancaman Angel101, seorang sosialita yang terobsesi membongkar identitasnya, karena dendam pasangannya yaitu mantan klien Hanna terobsesi dengannya. Di sisi lain, Hanna harus menghadapi dilema: menjalankan tugas profesionalnya dengan Kenzo atau menyerah pada debaran yang bisa menghancurkan segalanya.

View More

Chapter 1

Penjaga Kesepian di Tengah Laut

BAB 1 - Penjaga Pulau Yang Kesepian

Malam di pulau Sakura itu selalu memiliki aroma yang sama: perpaduan antara uap laut yang asin dan wangi bunga night-blooming jasmine yang tumbuh subur di sekitar mansion. Di balkon lantai dua yang menghadap langsung ke samudera Hindia, Hanna berdiri mematung. Angin laut yang kencang mempermainkan rambut hitamnya yang panjang sepinggang, helai-helainya sesekali menyapu kulit bahunya yang seputih porselen.

Hanna menatap cakrawala dengan mata hijau tajamnya yang jernih—terlalu jernih untuk seseorang yang telah melihat dunia berubah selama ratusan tahun. Malam ini, dia mengenakan gaun sutra merah marun dengan potongan V-neck yang sangat rendah, hampir menyentuh ulu hatinya. Gaun itu memeluk lekuk tubuhnya yang sintal dengan sempurna, menonjolkan sepasang payudaranya yang penuh, yang naik-turun seiring helaan napasnya yang berat.

"Klien nomor 709 akan tiba dalam sepuluh menit, Nona," suara datar dari interkom di pergelangan tangannya memecah keheningan.

"Perjaka, usia tiga puluh tujuh tahun, CEO firma hukum di Seoul dan Jepang," lanjut suara itu. "Kriteria terpenuhi. Tidak ada catatan pernikahan ataupun penyakit."

Hanna tidak menjawab. Dia hanya menyentuh permukaan dadanya, tepat di atas jantungnya yang berdetak dengan ritme yang lambat dan dingin. Sebuah kutukan. Sebuah keabadian yang melelahkan. Baginya, pria-pria sukses yang datang ke pulaunya hanyalah subjek eksperimen. Dia adalah guru bagi mereka, namun bagi dirinya sendiri, dia adalah seorang pemburu yang sedang mencari kunci untuk kematiannya sendiri.

Hanna berjalan memasuki hall besar dengan marmer putih bersih dan memantulkan sinar cahaya rembulan yang cantik. Ia memasuki sebuah ruangan di ujung koridor menuju meja kerjanya yang terbuat dari kayu jati hitam. Dengan sapuan jari, layar hologram tipis muncul dari permukaan meja, menampilkan data dari klien yang sesaat lagi akan menjejakkan kaki di kamar prakteknya.

Data Klien #709

Nama Alias: Min Ho

Usia: 37 tahun.

Status: Perjaka (Verified melalui tes medis pra-kedatangan).

Latar Belakang: CEO Firma Hukum spesialis korporasi di Seoul dan Jepang. Memiliki IQ 150, sangat dominan di ruang sidang, namun menderita anxiety (kecemasan) parah jika harus berhadapan dengan Wanita, apalagi sentuhan fisik.

Tujuan Order: "Praktek Perdana"

Catatan Khusus: Ia ingin lelah menahan diri. Ia ingin s*x dengan pacarnya dengannya sebelum mereka menikah. Pacarnya sepertinya ada kemungkinan akan selingkuh dengan pria lain. Ia butuh bimbingan teknis sekaligus mental agar tidak terlihat seperti pria "amatir" di malam pertama mereka berhubungan.

Hanna membaca catatan itu dengan tatapan datar. "Pria pintar tapi takut dengan wanita," gumamnya pelan. Suaranya terdengar sensual namun ada nada sinis di sana.

Bagi Hanna, kasus seperti Min-ho adalah makanan sehari-hari. Pria yang terlalu sibuk menaklukkan dunia hingga lupa cara menaklukkan insting dasarnya sendiri. Namun, Hanna tidak boleh meremehkan. Pria seperti ini biasanya memiliki ketegangan otot yang tinggi dan butuh pendekatan yang perlahan sebelum masuk ke menu utama.

"Siapkan minyak esensial ylang-ylang dan lavender," instruksi Hanna pada pelayan. "Dia butuh relaksasi otot sebelum aku ajari."

Hanna menutup layar hologramnya.

Ia melangkah masuk ke dalam kamar utamanya yang luas. Ruangan itu adalah perpaduan antara kemewahan modern dengan sentuhan klasik Korea-Jepang. Lantai kayu gelap yang hangat kontras dengan dinding kaca besar yang menampakkan pemandangan laut yang sangat megah 180 derajat. Di tengah ruangan, sebuah ranjang king-size dengan sprei sutra hitam telah siap.

Hanna mengambil sebuah topeng renda hitam yang rumit dari atas meja riasnya. Sesuai SOP yang ia tetapkan, identitasnya adalah rahasia yang paling suci.

"Siapkan ruangan mawar," perintah Hanna dingin melalui interkom. "Pastikan matanya sudah tertutup sebelum dia melangkah melewati pintu gerbang dalam. Aku tidak ingin dia melihat apapun selain kegelapan sebelum aku menyentuhnya."

Hanna berjalan menuju cermin besar. Ia menatap bayangannya sendiri, seorang wanita yang terjebak dalam usia dua puluh lima tahun selamanya. Ya, umur dua puluh lima tahun sejak 300 tahun yang lalu.

Ia teringat kembali pada pria dari abad ke-18 yang pernah ia cintai. Pria itu menua di pelukannya, kulitnya keriput dan rambutnya memutih, sementara Hanna tetap tampak seperti gadis yang baru mekar. Pahit.

"Jangan pernah jatuh cinta lagi, Hanna," bisiknya pada bayangan itu. "Cinta bagi manusia adalah berkah, tapi bagimu, itu adalah racun yang akan membunuhmu berkali-kali tanpa pernah benar-benar mati."

Lampu di dermaga pribadi di bawah sana berkedip tiga kali. Sebuah kapal cepat mewah baru saja merapat. Klien malam ini telah tiba.

Hanna mengenakan topengnya, menyesuaikan letak gaunnya yang berani, dan menyemprotkan parfum beraroma cendana yang memabukkan ke leher dan belahan dadanya. Ia siap untuk "praktek" selanjutnya. Ia siap memberikan pelajaran tentang kenikmatan duniawi kepada pria yang haus bimbingan itu, sembari diam-diam berharap—dengan sisa-sisa harapan yang hampir punah—bahwa mungkin, pria kali ini adalah pemilik benih yang ia cari.

Meskipun dalam hati ia tahu, kemungkinan itu hampir nol.

"Oke. Mari kita bersenang-senang malam ini..."

Beberapa lama kemudian, pintu ganda kamarnya terbuka pelan. Di sana, seorang pria dengan mata tertutup kain sutra hitam dipandu masuk oleh asisten Hanna yang bertubuh kekar. Pria itu tampak kaku, bahunya tegang, dan napasnya pendek-pendek.

Hanna melangkah mendekat tanpa suara. Gaun sutranya berdesir lembut di lantai kayu. Ia berdiri tepat di depan Min-ho, begitu dekat hingga pria itu bisa mencium aroma cendana dan hangatnya kulit Hanna yang terbuka di bagian dada.

"Selamat datang di tempat di mana waktu kamu akan berhenti, Klien 709," bisik Hanna tepat di telinga pria itu. "Jangan takut. Di pulau ini, Kamu cuma akan merasakan kenikmatan. Di pulau ini hanya ada satu aturan: kau harus patuh padaku jika mau membuat wanita tergila-gila padamu."

Pria itu mengerang. “Siapa kamu?”

“Bisa dibilang aku trainer kamu di sini. Trainer yang akan kasih kamu petunjuk kenikmatan duniawi. Min Ho”

Tangan Hanna yang lembut namun dingin mulai menyentuh rahang pria itu, menuntunnya menuju ranjang dengan ujung jarinya.

"Kamu bilang kamu takut terlihat amatir kan? Tenang saja…Malam ini, aku akan jadikan kamu seorang ahli," ucap Hanna dengan nada mendesah.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status