Sejujurnya, Ryan bukan pria yang tidak bisa mengendalikan diri. Tapi sejak kembali ke Moonbrook City, ada sesuatu yang tidak pernah mendapat tempat untuk diselesaikan. Dulu, setelah misi selesai, selalu ada cara untuk melepas segala sesuatu yang terakumulasi. Sekarang? Ia menikah dengan wanita yang bahkan ciuman pun belum pernah terjadi di antara mereka. Dikelilingi wanita cantik setiap hari, tapi tidak ke mana-mana. Dan setiap kali ada yang terasa mendekati sesuatu, selalu ada yang memotong di tengah jalan. Memikirkan itu, Ryan merasa iba pada dirinya sendiri. Betul-betul iba. Sekarang, dalam kegelapan yang tidak menyisakan satu pun titik cahaya, seorang wanita cantik terduduk di kakinya dengan tangan yang masih menggenggam sesuatu yang sangat tidak seharusnya ia genggam. Kalau ini bukan saat yang tepat, kapan lagi? Pikiran itu sudah hampir penuh menguasai kepalanya. Lalu telinganya menangkap sesuatu. Suara gesekan logam. Sangat pelan, sangat halus, nyaris tidak ada.
Read more