Kalau bukan karena Celeste sedang berada di pintu depan perusahaan dengan puluhan pasang mata memperhatikan, dia benar-benar ingin menampar pria ini sampai ke bulan. Bagaimana bisa ada orang yang sekacau ini dalam membaca situasi? "Istriku, kau malu ya?" Ryan malah melangkah lebih dekat dengan senyum lebar. "Kenapa wajahmu merah begitu? Cantik sekali—" "Ryan," Celeste hampir mengeluarkan kata-kata itu dari sela-sela giginya yang terkatup rapat, "bisakah kau menjauh? Sekarang. Juga." "Istriku, kenapa begitu marah?" Ryan malah tertawa kecil, seolah ini semua hanya lelucon ringan. "Bukankah ada yang datang untuk inspeksi? Tidak boleh punya sikap seburuk ini di depan mereka." Tepat saat itu, tim inspeksi masuk melalui pintu kaca dengan langkah profesional, jas rapi, clipboard di tangan, ekspresi serius. Dan apa yang dilakukan Ryan? Pria itu langsung melangkah maju dengan percaya diri, mengeluarkan sebungkus rokok seharga sepuluh ribu dari saku seragam satpamnya, dan menyodorkannya
Last Updated : 2026-02-07 Read more