Minimarket itu berada tepat di belakang Elise Lingerie, dipisahkan oleh lorong kecil. Ryan masuk, mengambil satu keranjang, dan berdiri di depan rak yang seharusnya ia tuju. Masalahnya, rak itu penuh dengan pilihan. Berbagai ukuran, ketebalan, panjang, variasi siang dan malam, dengan sayap dan tanpa sayap, dalam berbagai merek dengan warna kemasan yang berbeda-beda. Ryan memandang itu semua dengan perasaan yang sama persis seperti ketika seseorang disuruh memilih di menu restoran yang bahasa tulisannya tidak ia mengerti. Ia berdiri di sana lebih lama dari yang seharusnya. Cukup lama sampai seorang pramuniaga muda mendekatinya dengan senyum profesional. "Ada yang bisa dibantu, Pak?" Ryan menggaruk belakang kepalanya. "Ada... yang saya cari..." Ia tidak melanjutkan kalimatnya. Pramuniaga itu memiringkan kepala, menunggu dengan sabar. Ryan mencoba lagi dengan pendekatan yang berbeda. "Yang untuk... kegunaan sehari-hari. Yang biasa." Pramuniaga itu mengangguk pelan dengan eksp
Read more