Vila Silverwood masih terang ketika Ryan tiba. Di punggungnya, Mina bersandar lemah. Zirahnya retak, rambutnya kusut, dan darah mengering di sudut bibirnya. Napas gadis itu tipis, tapi masih stabil. Ryan berhenti di depan pintu. "Kaisar..." Mina berbisik. "Kenapa berhenti?" "Aku sedang menghitung peluang hidupku." Mina membuka mata sedikit. "Musuh masih ada?" "Lebih buruk." Ryan menatap pintu vila. "Istriku ada di dalam." Pintu utama terbuka sebelum Ryan sempat mengetuk. Celeste berdiri di ambang pintu, wajahnya dingin. Di belakangnya, Hannah memeluk bantal. Begitu melihat kondisi Mina, wajah Hannah langsung berubah pucat. Ia tahu. Bukan tahu semuanya, tapi cukup tahu bahwa luka seperti itu bukan karena kecelakaan biasa. Dulu, Hannah pernah melihat Ryan dan Mina bertarung. Ia juga pernah membantu menyembunyikan luka Mina dari Celeste. Celeste menatap Ryan, lalu Mina, lalu noda darah di pakaian Ryan. "Ryan Hendrikson." Ryan tersenyum kaku. "Presiden Thornfield, belu
Read more