"Tuan, terimalah sembah muridmu ini!"Dimas berlutut di hadapan Ryan dengan sikap yang nyaris fanatik. Dahinya menghantam lantai berkali-kali sampai terdengar bunyi keras, tetapi ia seolah tidak merasakan sakit. Matanya menyala, penuh pemujaan yang membuat orang-orang di sekitarnya terdiam.Sebelum malam ini, Dimas selalu percaya bahwa orang kuat adalah mereka yang memegang uang, kuasa, dan pengaruh. Demi memanjat tangga kedudukan, ia rela melakukan apa pun. Ia pernah mengorbankan rasa malu, harga diri, bahkan tidak segan menyeret ibu tirinya, wanita yang selama ini membanting tulang membiayai sekolahnya, ke dalam urusan kotor orang lain.Baginya, selama bisa memperoleh keuntungan, segala sesuatu dapat ditukar.Namun ketika ia dicengkeram Rudolf Wenas tadi, Dimas sempat benar-benar mengira tangannya akan hilang.Lalu dalam beberapa menit berikutnya, tiga pemuda dan pemudi yang datang dari luar denga
Read more