Elena menoleh ke sekeliling ruangan. Arielle Surya dan Lorenzo berdiri di dekat ambang pintu. Keduanya tampak sengaja berjaga di sana, seolah memastikan tidak ada orang luar yang masuk dan mengganggu pembacaan Master Tirta. Melihat keadaan itu, Elena sedikit ragu. Namun karena sudah telanjur duduk di hadapan lelaki tua berjubah putih tersebut, ia akhirnya berkata perlahan, “Hari lahirku adalah hari keenam bulan kesembilan penanggalan lama, tahun delapan puluh sembilan. Seingatku, waktunya sekitar pukul setengah tujuh malam.” Master Tirta mengangguk pelan, lalu bertanya lagi, “Bagaimana dengan tahun, bulan, dan hari kelahiran suamimu?” “Aku tidak tahu detail persisnya.” Elena menggeleng. “Aku hanya tahu ia lahir tahun delapan puluh delapan, tahun naga. Hari lahirnya adalah hari kedua belas bulan keempat penanggalan lama.” Master Tirta tidak langsung menjawab. Ia mengangkat tangan, lalu mulai menghitung dengan ruas-ruas jarinya. Bibirnya bergerak pelan, seperti sedang menyusun
อ่านเพิ่มเติม