'Jadi dia memang Ryan Sang Kaisar Iblis Gila dari Selatan.' Rowena memandangi sosok berpakaian hitam yang tampak begitu biasa itu. Tanpa sadar, ia bergumam dalam hati, dan telinganya perlahan terasa panas oleh rasa malu. Ketika pertama kali bertemu Ryan di kapal dulu, ia memang sempat merasa lelaki itu berbeda. Cara bicaranya tenang, sikapnya tidak merendah, tetapi juga tidak membusungkan dada. Dari awal sampai akhir percakapan, ia seperti orang yang tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun. Namun Rowena sama sekali tidak pernah mengaitkannya dengan seorang praktisi kuat. Alasannya sederhana. Dari tubuh Ryan, tidak ada setitik pun aura kultivasi yang terasa. Ia terlalu biasa, terlalu tenang, dan terlalu bersih dari tekanan seorang ahli. Kini bila dipikir kembali, semuanya terasa menggelikan. Ryan Sang Kaisar Iblis Gila dari Selatan berdiri tepat di hadapan mereka, tetapi ia justru sibuk membicarakan Ryan Sang Kaisar Iblis Gila dari Selatan bersama Reyner di depan o
Leer más