"Hmph, Ryan Sang Kaisar Iblis Gila dari Selatan, jangan menolak tawaran baik lalu memaksa orang bertindak kasar." Kaisar Api mendengus dingin. Meski mengakui dirinya bukan tandingan Ryan, kesombongan di tulangnya belum benar-benar padam. "Aku memang bukan lawanmu. Tapi kalau aku ingin pergi, memangnya kau sanggup menahanku?" Begitu kalimat itu jatuh, api di bawah kakinya membubung liar. Udara di sekelilingnya meledak, dan Kaisar Api memakai daya ledak tersebut untuk melontarkan tubuhnya menjauh. Nyaris dalam sekejap mata, sosoknya sudah melesat ratusan meter. "Karena sudah datang, tinggalkan sesuatu." Ryan tersenyum dingin. Pedang Raja di tangannya berubah menjadi seberkas cahaya, lalu mengejar ke arah pelarian Kaisar Api. Kecepatannya menembus batas suara, menyisakan garis tajam di udara. "Aaakh!" Beberapa detik kemudian, jeritan kesakitan terdengar dari kejauhan. Sebuah lengan yang masih berlumuran darah jatuh dari langit, berputar beberapa kali sebelum menghantam tanah
더 보기