Home / Fantasi / Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota / Bab 1238: Roda Emas Berapi

Share

Bab 1238: Roda Emas Berapi

Author: Rianoir
last update publish date: 2026-09-09 13:00:58

Di atas gunung salju yang membentang luas, Pendekar Suci Auren Yagren telah melepaskan dua jurus pamungkas warisan Keluarga Yagren secara beruntun.

Salju Menyelimuti Dunia Fana.

Sepuluh Kilometer Membeku Padat.

Begitu kedua jurus itu turun, seluruh angin dan salju di Gunung Fujika seakan masuk ke dalam genggamannya.

Badai meraung, tanah bergetar, dan puncak yang sejak tadi sudah dingin berubah semakin menakutkan.

Ketika tak terhitung orang tergunc
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1327: Buku Harian Aira

    Cahaya pagi mulai menyelinap lewat celah gorden, membuat kamar yang semula temaram perlahan berubah terang. Tanpa mereka sadari, malam panjang itu sudah berganti hari. Hampir sepanjang waktu, Ryan Hartono hanya duduk di kamar sambil mengobrol pelan dengan Elena, seolah ingin menebus semua kecemasan yang baru saja mereka lalui.Baru sekitar pukul tujuh pagi, Elena tersentak karena teringat Aira harus sekolah. Ia juga harus menyiapkan sarapan untuk seisi rumah.Ryan ikut keluar kamar sambil menguap. Ia mengira dua bocah di ruang tamu masih tenggelam dalam gim sejak dini hari tadi. Di luar dugaan, pemandangan yang ia lihat justru membuat alisnya terangkat.Aira menelungkup di meja, memegang pensil, dan tampak mengerjakan sesuatu dengan sangat serius.“Wah, matahari terbit dari barat rupanya.” Ryan menghampiri dengan senyum lebar. “Putriku sudah bisa mengerjakan tugas sendiri? Sini, biar Ayah lihat apa yang kau tulis.”

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1326: Kabar Menjelang Subuh

    Menjelang subuh, ketika langit di timur baru mulai memucat kelabu, vila Keluarga Hartono akhirnya sedikit tenang.Hendrik Hartono dan Wulan sudah kembali tidur setelah semalaman dibuat cemas. Di ruang tamu, Aira dan Lulu duduk berdampingan di sofa sambil bermain gim di ponsel. Sesekali terdengar suara pemberitahuan dari layar, mengumumkan tiga sampai lima musuh tumbang beruntun karena serangan rekan setim mereka.Di dalam kamar, Ryan Hartono justru sedang menatap Elena dengan mata membelalak.Elena duduk bersila di tepi ranjang. Wajahnya tampak serius, tetapi di sudut bibirnya tersimpan sedikit senyum yang sulit dijelaskan.“Maksudmu... Ibu hamil?” Suara Ryan nyaris tercekat.Di ujung kalimat itu, ia langsung menggeleng. “Tidak mungkin.”“Kenapa tidak mungkin?” Elena memutar bola matanya, gemas sekaligus geli. “Lelaki besar sepertimu tahu apa?” “Sebulan setelah aku mengandung Aira dulu, aku juga seri

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1325: Pertanyaan Pilihan Aira

    “Ibu tenang saja, dia baik-baik saja.” Ryan Hartono tersenyum menenangkan Wulan, lalu berjalan masuk ke kamar untuk menengok Aira. Di atas ranjang, gadis kecil itu masih tidur pulas. Wajahnya damai, napasnya teratur, dan hanya dialah satu-satunya orang di rumah itu yang tidak mengetahui malam panjang penuh bahaya yang baru saja dilalui keluarganya. Elena tidak sanggup menahan diri. Ia mengikuti Ryan masuk, menghampiri ranjang, lalu menunduk dan mencium pipi putrinya dengan hati-hati. Matanya langsung berkaca-kaca. Dari Wulan dan yang lain, ia sudah mendengar bahwa selama dirinya hilang, Aira menangis mencari ibunya hampir setiap hari. Bahkan anak itu sempat menolak makan dua hari berturut-turut. Memikirkan semua itu, dada Elena terasa seperti diremas. Ryan mengamati diam-diam. Setelah beberapa saat, ia melepaskan segel tidur yang sebelumnya ia pasang pada tubuh Aira. Tidak lama kemudian, bulu mata gadis kecil itu bergetar. Aira perlahan membuka mata, menggosok kelopaknya y

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1324: Pil Penyubur Jiwa

    Pukul empat dini hari. Vila Keluarga Hartono masih terang benderang dan dipenuhi orang. Namun perhatian semua orang di ruang makan tertuju pada Lulu yang duduk di kursi sambil memegang sebuah burger dengan kedua tangan mungilnya. Burger itu khusus dibeli Tuan Budi atas perintah Ryan Hartono. Karena gadis kecil itu baru saja sadar dan mengaku lapar, tidak ada yang tega membiarkannya menunggu lebih lama. Hanya saja, dilihat oleh begitu banyak pasang mata membuat Lulu menjadi kikuk. Ia menunduk semakin dalam, lalu menggigit burger itu sedikit demi sedikit. Sesekali, ia mendongak diam-diam untuk melihat orang-orang di sekelilingnya, kemudian buru-buru kembali menunduk. Cara makannya sangat hemat. Remah roti yang jatuh ke meja ia pungut satu per satu, lalu dimasukkan ke mulut. Bahkan potongan selada kecil yang tercecer di pinggir piring pun tidak ia lewatkan. Kebiasaan semacam itu jelas bukan terbentuk dalam satu dua hari. Kemungkinan besar, semua itu berasal dari masa-masa

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1323: Segel di Lautan Kesadaran Lulu

    Ryan tersenyum tipis. 'Sudah ribuan tahun berlalu, tetapi wataknya masih persis sama.' Ia menggeleng pelan, lalu kembali memandang Lulu yang masih terbaring di atas ranjang. Setelah Sepuluh Goresan Raja Bijak selesai, cahaya emas dari tubuh gadis kecil itu memang sudah tertahan. Napasnya pun jauh lebih teratur daripada sebelumnya. Secara akal sehat, Lulu seharusnya sudah siuman. Namun sampai saat ini, kelopak matanya masih tertutup rapat. Tidak ada tanda jelas bahwa ia akan bangun. Bibir kecilnya justru terus bergerak, menggumamkan kata-kata yang terputus-putus. "Kakek Soren... Si Raksasa..." Ryan menatapnya beberapa saat. Keraguan muncul di matanya. Anak ini terlalu aneh. Qi Yang Puncak tersimpan di dalam tubuhnya, kekuatan penelan yang bahkan membuat Nightmare hampir celaka juga ada di sana, dan sekarang ia masih menyebut nama-nama yang tidak dikenal dalam tidurnya. Setelah menimbang sebentar, Ryan mengangkat tangan dan mengetukkan jari ke titik di antara alis Lulu. Pada

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1322: Pelajaran untuk Mortis

    Di dalam vila Keluarga Hartono, suasana kamar masih tertahan dalam tekanan yang sunyi. Ryan Hartono menggenggam Kuas Kaisar Manusia. Dari tubuhnya memancar wibawa yang sangat berat, seolah setiap tarikan napasnya membawa tekanan langit dan bumi. Ujung kuas berwarna kebiruan itu terus mengetuk titik-titik penting di tubuh Lulu dengan gerakan cepat, tetapi tetap terukur. Kalau ada orang luar yang menyaksikan pemandangan itu, orang tersebut pasti terkejut. Sekujur tubuh Lulu kini dipenuhi rajah emas yang saling terhubung. Rajah-rajah itu mengunci sepuluh titik utama di tubuhnya, membentuk rangkaian yang rumit dan agung. Bentuknya seperti formasi hidup yang tersusun dari berudu emas kecil. Garis-garis itu berenang perlahan di atas kulit Lulu, saling mengejar ekor, berkumpul, lalu berpencar lagi sebelum kembali menyatu. Sampai sekarang, Ryan masih belum tahu kenapa Qi Yang Puncak bisa berada di dalam tubuh gadis sekecil itu. Namun ia yakin pada satu hal. Jika Qi Yang Puncak itu

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 9 - Klub Malam Puncak Emas

    Ryan berjalan keluar dari Kompleks Graha Sentosa dengan langkah tenang namun penuh tekad. Matahari pagi menyinari jalanan Kota Sentralis yang mulai ramai dengan kendaraan dan pejalan kaki.Dia menghentikan taksi di pinggir jalan dan naik ke kursi belakang."Ke mana, Pak?" tanya sopir taksi, seorang

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 3 - Penagih Hutang

    Wulan yang baru keluar dari dapur langsung pucat pasi. Tangannya yang memegang spatula gemetar hebat. Dia menatap Ryan dengan panik, bibirnya bergetar tapi tidak ada kata yang keluar.Ryan bangkit dari sofa, menatap ibunya dengan tatapan tenang. "Ibu, siapa mereka?""Ryan..." Wulan berbisik, suaran

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 2 - Anak

    Ryan awalnya terkejut, lalu menatap gadis kecil itu dengan tak percaya.Nenek... Dia... dia adalah...Gadis kecil itu akhirnya menyadari kehadiran Ryan. Tangisannya berhenti seketika, dan secara naluriah dia bersembunyi di belakang Wulan, mengintip Ryan dengan mata penuh curiga.Ryan segera menatap

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1 - Kepulangan Sang Kaisar

    Malam itu, langit Kota Sentralis mendung tanpa bintang. Bulan purnama bersembunyi di balik awan tebal, menciptakan suasana yang mencekam. Di Taman Melati, sebuah taman kota yang biasanya ramai, kini sepi dan sunyi.Tiba-tiba, langit meledak.JEDER!Sebuah kilat raksasa menyambar tepat di tengah ta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status