"Hahaha!" Sang Ketua Kultus justru tertawa, bukan marah. Suara seraknya menggema di pelataran Balai Leluhur, membuat sisa kabut hitam di sekelilingnya bergetar pelan. "Ryan Sang Kaisar Iblis Gila dari Selatan, coba jawab pertanyaanku. Sejak kau memulai jalanmu, apa sebenarnya tujuanmu berkultivasi?" "Bukan urusanmu," jawab Ryan dengan senyum dingin. "Tanpa kau jawab pun aku bisa menebaknya." Sang Ketua Kultus menatapnya melalui topeng wajah arwah yang menyeramkan. "Bagi kita para praktisi, tujuan berkultivasi tidak lebih dari mematahkan belenggu raga, menjadi lebih kuat, lalu berdiri di atas kepala orang banyak." "Demi tujuan semacam itu, apa pun boleh dikorbankan." Ia berhenti sebentar, lalu mengubah nada. "Kalau begitu, apa artinya seorang wanita?" "Kalau kau memang suka ditemani wanita, aku bisa memberimu tiga ratus. Semuanya akan kupilihkan yang cantik, muda, dan patuh." Niat membunuh yang sejak tadi Ryan tekan mulai merembes keluar. Kilat bengis berkelebat di matanya. Jem
Read more