Kota Sentralis masih diselimuti salju sejak pagi.Kepingan putih itu turun tanpa jeda, seolah langit sengaja menumpahkan seluruh persediaannya pada hari ulang tahun Aira. Hanya dalam satu jam, tanah, atap rumah, pagar, dan jalan kecil di depan vila Keluarga Hartono sudah berubah putih seluruhnya. Di halaman, salju menumpuk cukup tebal untuk dibuat mainan.Di dalam halaman vila, berdiri enam manusia salju.Empat di antaranya sesekali bersorak, berteriak, dan bergerak ke sana kemari. Dua sisanya benar-benar terbuat dari salju.Ryan Hartono berdiri dengan kepala tertutup butiran putih. Ia mengisap rokoknya sekali, lalu mengibaskan salju dari bahunya sambil memandangi manusia salju di depannya dengan tatapan pasrah.Tingginya hanya sekitar satu meter.Bentuknya benar-benar berantakan. Kepalanya kecil, perutnya terlalu besar, tubuhnya miring ke kiri, dan bagian yang disebut mata serta mulut tidak lebih dari lubang-lubang yang dicolok asal-asalan dengan jari.Di seberangnya, manusia salju
Baca selengkapnya