Seekor ular kecil hitam, panjangnya tidak lebih dari satu jari, mendorong kepalanya keluar dari cangkang. Gerakannya canggung, sedikit bingung, seperti makhluk yang belum sepenuhnya yakin di mana dia berada. Matanya berkedip beberapa kali, membiasakan diri dengan cahaya. Lalu matanya menemukan Ryan. Lidahnya menjulur keluar, menjilati telapak tangan Ryan dengan gerakan yang sama sekali tidak mencerminkan usianya yang baru hitungan detik. Lalu dia berbalik ke arah cangkang telur yang tadi, membuka mulutnya yang kecil, dan menghembuskan sesuatu. Api. Kecil, tapi nyata. Cangkang itu terbakar pelan, dan ular kecil itu mulai memakannya dengan suara renyah yang tidak proporsional sama sekali dengan ukurannya. Ryan menatap makhluk itu beberapa detik. 'Doyan makan. Persis seperti anakku.' Dia melompat kembali ke atas, ke tepi kolam, dengan ular kecil itu masih di telapak tangannya. "Kamu keturunan dari ular yang memiliki sedikit darah naga sejati." Suaranya tenang, ditujukan ke u
Read more