Dahi Serena berkerut tipis. Ia menarik pandangannya dari Solus, mengambil ponselnya, dan mulai scrolling tanpa bersuara. 'Wajah bagus tidak menyuap perut.' Itu yang ada di benaknya. Ketampanan memang sesuatu yang bisa diperhatikan, tapi standarnya untuk seseorang yang layak diberi perhatian jauh melampaui itu. Status, kemampuan, pencapaian. Wajah hanyalah nilai tambah, bukan fondasi. Solus menutup pintu itu hanya dengan tidak membalasnya, dan Serena tidak berminat mengetuk untuk kedua kalinya. Ryan memperhatikan semuanya dengan diam. Ia tidak berkomentar. ** Setengah jam kemudian, bus melambat di sebuah perhentian di pinggir jalan, dekat perbatasan desa kecil. Pintu depan terbuka, dan seseorang naik. Pria itu usianya sekitar enam puluhan, wajahnya kurus dengan rahang runcing. Tubuhnya tidak besar, tapi caranya berdiri di pintu bus, satu tangan memegang bingkai pintu sambil memandangi isi bus dengan kepala mendongak, sudah cukup untuk menceritakan banyak hal tentang diriny
Last Updated : 2026-05-25 Read more