Fabian Ashvale turun dari punggung harimau putih. Langkahnya di atas es tidak mengeluarkan suara sama sekali."Kakak memang lihai." Nada bicaranya bukan pujian. "Baik. Tidak perlu berpanjang kata. Kedatanganku hari ini hanya untuk menyampaikan satu hal." "Ryan Hartono adalah musuh Istana Langit, dan musuh Tiga Alam Tertinggi. Kakak tidak boleh ikut campur."Pak Rondo akhirnya menoleh."Adik." Suaranya berubah, lebih berat dari sebelumnya. "Sudah berapa tahun sejak Guru kita meninggal?"Fabian mengernyit. "Apa maksud pertanyaan itu?""Guru lahir tahun 1821. Meninggal tahun 1919. Sembilan puluh delapan tahun ia hidup. Dan di usianya yang ketujuh puluh, ia menerima kita berempat sebagai murid." Pak Rondo menaruh pipanya di atas lutut. "Ingatkah kamu apa yang Guru katakan pada hari kita berlutut di hadapannya?""Kakak, aku tidak ingin membahas masa lalu.""Waktu itu Guru mengutip satu kalimat lama yang sudah ia pegang seumur hidup." Pak Rondo mengabaikan interupsi itu. "Intinya sederha
Last Updated : 2026-06-21 Read more