Kali ini ruangan tidak menunggu. Semua orang berlutut hampir bersamaan, bahkan sebelum ketiga sosok itu sepenuhnya masuk. Suara lutut beradu lantai terdengar seperti satu gelombang yang menyapu dari depan ke belakang. "Salam hormat, Grand Spirit Aurelie, Grand Spirit Bale, Grand Spirit Stein!" Suara ratusan orang menyatu jadi satu gelombang yang mengisi seluruh ruangan. Bahkan mereka yang tadi masih berbicara satu sama lain langsung berhenti dan merendahkan kepala. Grand Spirit Yanto, yang tadi duduk di kursi utama, ikut memberi anggukan hormat. Kepala lelaki gempal itu menunduk sekali, cukup untuk menunjukkan hierarki tanpa perlu kalimat. Grand Spirit Gideon langsung merapikan posisinya dengan gerakan yang terlalu cepat untuk disebut anggun, tangannya menarik ujung jasnya ke bawah. Kakek Harland berdiri dengan ekspresi yang kini lebih serius dari sebelumnya. Matanya melirik sekilas ke arah Ryan, tapi ia tidak bergerak ke mana pun. Ketiganya mengambil tempat di kursi-kurs
Last Updated : 2026-06-12 Read more