Home / Fantasi / Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota / Bab 680: Raja Angin Emas Turun

Share

Bab 680: Raja Angin Emas Turun

Author: Rianoir
last update publish date: 2026-06-13 07:42:25
Ruangan itu kembali hening seperti mati.

Bukan karena tidak ada yang ingin bicara.

Tapi karena tidak ada satu pun kata yang terasa cukup untuk merespons apa yang baru saja diucapkan Ryan.

Ia menginginkan inti dalam milik Lima Raja.

Bukan minta, bukan memohon.

Menginginkan, dengan cara yang sama seperti seseorang menginginkan secangkir teh yang sudah terhidang di meja.

Dan ia berkata bahwa ia datang ke sini memang untuk tujuan itu.

Bibi Roselyn berdiri kaku. Tina di sampingnya tidak berk
Rianoir

ini bab bonus pagi ini Akumulasi Gem: 11/15 (reset) Akumulasi Hadiah: 40/100 Yuk tambah Gem atau Hadiah untuk bab bonus siang ini(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) Selamat Beraktivitas (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 14
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1375: Buah Pertapa Bumi

    Ryan Hartono mencemooh pelan setelah mendengar penjelasan Pendeta Elrick.Kalau dipikir-pikir, semuanya memang masuk akal. Pemimpin Istana Langit sebelum Fabian Ashvale adalah murid Jendra Solvane, salah satu Utusan Penjaga Biro Rahasia Langit. Dengan hubungan seperti itu, tidak aneh jika Jendra sejak awal lebih condong kepada Istana Langit dan akhirnya muncul untuk melindungi Fabian.Pendeta Elrick mengembuskan napas. "Soal kenapa kami membiarkan Istana Langit berhubungan dengan Tiga Alam Tertinggi, alasannya juga tidak sederhana.""Selama bertahun-tahun, kami berempat sudah lama tidak lagi sehati. Ada yang memilih dekat dengan Tiga Alam Tertinggi, sementara yang lain memiliki pandangan berbeda."Ryan mengerutkan kening. "Kalau kedudukan kalian berempat setara, kenapa Jendra Solvane langsung menurut begitu menerima titah Pedang Keabadian?""Sederhana sekali."Pendeta Elrick menjawab datar, "Karena Pedang Keab

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1374: Empat Utusan Penjaga

    Begitu pertanyaan Ryan Hartono terdengar, bahkan Bantara tidak sanggup menahan diri untuk menatap Pendeta Elrick dengan penuh perhatian.Meski dirinya adalah Raja Garuda dari Korps Garuda Kencana, pengetahuan Bantara mengenai kekuatan yang berdiri di atas mereka sebenarnya sangat terbatas. Ia hanya tahu bahwa Balai Tuan Langit berada pada tingkat yang lebih tinggi, sementara rincian mengenai lembaga itu selalu menjadi rahasia di dalam rahasia.Pendeta Elrick mengembuskan napas pelan. "Kalau ingin membicarakan Pedang Keabadian, aku harus menjelaskan Biro Rahasia Langit lebih dulu kepada kalian berdua."Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada tenang, "Dahulu, setelah orang-orang menyadari betapa besar kekuatan para kultivator, muncul kekhawatiran bahwa mereka akan membuat kekacauan dan mengganggu ketenteraman negeri.""Ditambah lagi, keberadaan Tiga Alam Tertinggi selalu menjadi ancaman yang tidak bisa diabaikan. Karena itulah, s

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1373: Siapa Pedang Keabadian?

    Markas Korps Garuda Kencana kembali dipenuhi suasana berat setelah kekacauan di Hotel Internasional Alexandris. Ryan Hartono duduk di kursi utama sambil memutar cangkir teh di tangannya. Tatapannya menyapu tenang orang-orang yang berkumpul di hadapan. Di sana ada Bantara, Terence Siven, Jenderal Vance, dan para Grandmaster Daftar Langit Garudapolis lainnya. Namun kali ini, perhatian mereka semua tertuju pada Ryan. Di dalam tatapan mereka tersimpan bermacam emosi. Ada kagum, segan, bangga, sekaligus kecemasan yang tidak berani mereka ucapkan. Bahkan sampai sekarang, sebagian masih sulit menerima kenyataan bahwa Ryan seorang diri membunuh Yorick Sinclair dan para ahli Tiga Alam Tertinggi dalam satu malam, tepat di tempat yang sejak awal disiapkan untuk menjebaknya. Ryan tidak memedulikan tatapan itu. Ia menjentikkan sebutir pil ke arah Bantara. "Kek Bantara, telan ini. Pil ini bisa membantu memulihkan lukamu, termasuk lengan yang patah." Setelah itu, Ryan mengangkat tangan. Pul

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1372: Tidak Berarti Apa-Apa

    "Tenang saja, dia tidak akan mati." Ryan Hartono mengeluarkan sebutir pil lalu memasukkannya ke mulut Terence Siven. Tidak lama kemudian, luka lelaki itu mulai menunjukkan tanda pemulihan. Wajahnya yang semula kelabu perlahan mendapatkan kembali sedikit warna, sementara napasnya yang kacau mulai stabil. Melihat pil tersebut, mata Pendeta Elrick berkilat oleh keterkejutan. Ia sudah menghabiskan puluhan tahun mempelajari peracikan pil, sehingga cukup memahami kualitas ramuan hanya dari aroma dan perubahan napas orang yang menelannya. Pil yang baru saja diberikan Ryan jelas bukan sesuatu yang bisa dengan mudah ditemukan di dunia ini. Bahkan dari khasiat pemulihannya saja, Elrick bisa menilai bahwa pil itu berada jauh di atas ramuan penyembuh yang pernah ia lihat selama bertahun-tahun. Ia menatap Ryan dengan lebih serius. "Anak muda Hartono, bisakah kita bicara lebih panjang?" Bantara menyapu keadaan pelataran yang sudah porak-poranda, lalu berkata pelan, "Bagaimana kalau kit

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1371: Titah Pedang Keabadian

    Baru saja Pendeta Elrick hendak menjawab, sebuah jeritan tiba-tiba terdengar dari kejauhan.Semua orang refleks menoleh.Ryan Hartono sudah berada di depan Fabian Ashvale. Tanpa memberi kesempatan lelaki itu bereaksi, satu tinju langsung menghantam tubuhnya.Boom!Tubuh Fabian meledak menjadi kabut darah di tempat. Tidak ada satu pun bagian tubuh yang tersisa utuh. Darah merah menyebar di antara reruntuhan, lalu perlahan mengalir di atas beton yang retak.Sunyi.Seluruh pelataran benar-benar sunyi seperti kuburan.Yang tersisa dari Pemimpin Istana Langit hanyalah noda merah yang semakin melebar dan bau anyir yang terbawa angin malam.Rowena, Reyner, Corwin Lowell, dan yang lain terpaku. Mereka sama sekali tidak menyangka Ryan tetap membunuh Fabian meski Jendra Solvane, seorang Ranah Maestro tahap menengah, sudah turun tangan menghalanginya.Wajah Pendeta Elrick berkedut. Kebut di tan

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1370: Jendra Solvane

    "Dunia ini tidak sesederhana yang kubayangkan?"Mendengar ucapan Pendeta Elrick, mata Ryan Hartono berkedip beberapa kali. Namun bukannya gentar, sudut bibirnya justru terangkat membentuk senyum mencemooh."Pendeta Elrick, kalau hari ini aku tetap bersikeras membunuh Fabian Ashvale, apa yang akan kau lakukan?"Pendeta Elrick mengembuskan napas pelan. Ia baru saja hendak menjawab ketika sebuah suara dingin tiba-tiba datang dari kejauhan."Elrick, kurasa kau mulai pikun di usia tuamu. Untuk apa membuang begitu banyak kata kepada anak kemarin sore?"Semua orang spontan menoleh ke arah sumber suara.Dari kejauhan, seorang lelaki tua berjubah hijau melangkah menembus kehampaan. Wajahnya kekuningan dan usianya tampak sekitar enam puluh atau tujuh puluh tahun. Sepasang matanya setajam elang, membuat siapa pun yang bertemu pandang dengannya merasa seperti sedang ditusuk oleh dua bilah pisau.Begitu

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 8 - Masakan Kaisar Iblis

    Ryan berjalan perlahan ke kamar Aira. Mengintip dari celah pintu, dia melihat putrinya tertidur di tempat tidur kecil, masih mengenakan pakaian lengkap, seolah kelelahan setelah menangis.Ryan masuk dengan hati-hati, setiap langkahnya pelan. Dia mendekat ke tempat tidur dan menatap wajah putrinya y

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 7 - Janji Ryan

    "Elena menangis sambil memeluk Aira," Hendrik melanjutkan, suaranya hampir berbisik. "Dia memeluk putrinya sangat erat. Aira saat itu menangis kencang, tidak mengerti apa yang terjadi. Elena... Elena mencium keningnya berkali-kali, lalu menitipkan kalungnya, kalung berliontin bulan sabit emas, ke A

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 6 - Keluarga Yang Hancur

    Setelah Hendrik Hartono pulang, keluarga itu duduk bersama di ruang tamu yang sempit. Cahaya lampu kuning redup menerangi ruangan sederhana dengan sofa lusuh dan meja kayu yang sudah banyak goresan. Suasana hangat meskipun masih ada ketegangan yang menggantung di udara dari kejadian tadi.Hendrik m

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 5 - Alasan Berhutang

    Wulan mempersilakan Ryan duduk di sofa lusuh yang pegas-pegasnya sudah nyungsep di beberapa bagian. Lalu dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, dia mulai menceritakan semuanya.Ayahnya, Hendrik Hartono, bekerja sebagai buruh bangunan. Gajinya tidak besar, tiga juta GDP per bulan kalau lagi be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status