Langit di atas jalan pegunungan itu sudah gelap penuh awan. Bukan gelap biasa. Hitam kelabu yang menggantung terlalu rendah, seperti langit-langit ruangan yang sedang runtuh perlahan. Sebilah cahaya emas membelah awan dari arah barat, terlalu cepat untuk diikuti mata, meninggalkan jalur tipis yang memudar dalam hitungan detik. Di atas Pedang Raja yang melaju sekencang itu, Ryan tidak merasakan angin. Yang ia rasakan hanya satu hal. Dadanya seperti ada yang mengeruk dari dalam, dan pengerukan itu tidak berhenti sejak tadi. Rasanya terlalu familiar, terlalu spesifik, untuk diabaikan. 'Bertahanlah.' Satu perintah kepada semua orang yang ada di sana. Kepada Elena, Aira, ayah, ibu, semua orang. Dan kepada Solus, meskipun sesuatu di dalam dadanya sudah tahu jawaban dari permintaan itu. Darren Vale di belakangnya tidak berkata sepatah pun. Cukup satu lirik ke wajah Ryan untuk membuatnya paham bahwa ini bukan saat untuk bicara. Kota Sentralis masih jauh di bawah sana. Tapi Pedang R
Last Updated : 2026-06-17 Read more