"Aku terlambat." Tiga kata itu keluar dari tenggorokan Ryan dengan suara yang tidak biasanya begitu rendah. "Maafkan aku." Tangannya yang menggenggam tiga kepingan pedang itu bergetar satu kali, dua kali, lalu berhenti. Kemudian ia berdiri lagi. Kepalanya terangkat. Sesuatu yang berbeda masuk ke matanya, bukan duka melainkan kepastian yang aneh. "Tidak." Kata itu keluar lebih keras dari sebelumnya. "Aku tidak percaya kau sudah mati. Bukan kau." "Jiwa Pedang Kaisar Iblis yang sudah bersamaku lima ribu tahun, yang melintasi ribuan medan dan tidak pernah hancur. Tiga orang setengah langkah Ranah Maestro tidak cukup untuk mengakhirimu." Ia menyimpan tiga kepingan itu ke dalam kantong penyimpan. "Kalau kau masih hidup, tunjukkan dirimu. Kalau kau sudah mati, aku ingin melihat jasadmu sendiri." Ia melepaskan Kesadaran Ilahi, menyebarkannya ke seluruh radius satu kilometer sekeliling villa. Menyapu setiap sudut, setiap celah, setiap kemungkinan yang ada. Tiga kali. Empat kali. L
Last Updated : 2026-06-18 Read more