"Presiden, sekarang kita harus bagaimana?" Menghadapi kepanikan sang sekretaris, Elena melangkah ke jendela. Ia melempar pandang sekilas ke kerumunan di bawah sana, lalu berkata, "Lina, ayo. Kita turun." "Presiden, apa Presiden bilang? Turun?" Wanita bernama Lina itu tertegun sesaat, mengira telinganya keliru, jemarinya mencengkeram tumpukan dokumen lebih erat. "Direktur Hayden sudah memblokir jalan keluar dan tinggal menunggu Presiden turun. Menurutku, lebih baik kita telepon polisi saja lalu menunggu mereka datang." "Benar, Kak. Bajingan Hayden Mercer itu memang sengaja memancing Kak supaya turun. Jangan terjebak." Wendy mengangguk. "Kalau memang tidak bisa, kita tak usah keluar saja." "Aku sudah memutuskan. Ayo." Elena menggeleng, menyambar tasnya dari atas meja, lalu melangkah masuk ke lift dengan hak sepatunya yang berdetak mantap, tanpa setitik pun keraguan. Lina dan Wendy saling berpandangan sejenak, lalu bergegas menyusul ke dalam lift. ** Grup Eastmont. Perusahaan
Magbasa pa