"Jadi, Bramwell juga menipuku, orang tua ini?" Setelah Cornelius Lim akhirnya menerima kenyataan itu, dia kembali bertanya, "Meski begitu, bagaimana Tuan Ryan bisa yakin bahwa Bramwell belum mati?" "Itu baru sebatas dugaanku." Ryan menggeleng samar, lalu balik bertanya, "Cornelius, apakah kau mengetahui berapa usia Bramwell?" "Itu, aku tak tahu." Cornelius Lim tersenyum getir. "Sesungguhnya, aku, orang tua ini, tak banyak mengenal Bramwell." "Aku hanya tahu ia selalu menyendiri, hidup bebas tanpa ikatan, datang dan pergi sesuka hati tanpa bisa ditebak siapa pun. Tak berlebihan bila ia disebut sebagai jiwa yang bebas." Tongkatnya diketuk pelan ke lantai mobil, seolah membantu ingatannya kembali menyusuri masa lalu yang sudah kabur dimakan waktu. Sampai di sini, dia merenung sejenak, jarinya mengusap dagunya sendiri, lalu menambahkan, "Namun bila harus kutebak, tiga puluh tahun silam usia Bramwell setidaknya sudah sembilan puluh tahun." Sembilan puluh tahun? Ryan mengerutkan ke
Read more