Tirai kamar Esther dibuka penuh oleh Emma. Esther duduk di tepi ranjang, matanya baru terbuka separuh saat hangatnya sinar matahari pagi menyorot kamarnya. "Selamat pagi, Yang Mulia, hari yang hangat, ya, saya sudah menyiapkan air hangat untuk membersihkan diri." Emma tersenyum. Esther tidak menjawab. Kepalanya tertunduk dalam dan ia mencengkeram seprai ranjangnya dengan kuat. "Yang Mulia?" Emma memanggilnya lagi sambil berjalan mendekat. "A-ah, iya …." Esther mengangkat kepalanya, ia tersenyum lebar sambil berusaha menyembunyikan sesuatu. "Kau bisa segera menyiapkan pakaianku, Emma." Ia berdiri sambil menahan beban tubuhnya dengan berpegangan pada tiang ranjang. "Yang Mulia, Anda baik-baik saja?" Emma hendak memapahnya karena khawatir. "Ya, aku baik-baik saja. Kesadaranku belum benar-benar pulih setelah tidur nyenyak sepanjang malam. Jadi sedikit pusing, tapi aku baik-baik saja, tidak perlu sampai dibantu olehmu." "Begitu, ya …. Kalau begitu saya akan pergi sekarang." Emma mem
Terakhir Diperbarui : 2026-06-05 Baca selengkapnya