"Aku yakin jika Azael mencintaimu serta merindukanmu. Jadi, kau tidak perlu khawatir!" tutur sahabatnya itu dan membuat Clara malu karena dirinya sudah keceplosan berbicara, padahal maksudnya tidak seperti ini.Namun, bukannya tak nyaman, justru ia merasa jauh lebih lega karena mampu mengungkapnya tanpa sadar. Semacam perasaan yang lama tak dikatakan pada orang yang bersangkutan dan kini ia bisa lebih fokus pada kenyataan yang ada.Tak ada jawaban lagi darinya sampai akhirnya Anya berkata, "Sudah dulu, Clara. Aku masih ada sisa pekerjaan dan jalani harimu dengan baik!""Ah, iya. Katakan padaku jika ada masalah di perusahaan! Oke?""Aman!" balas Anya lagi.Tut.Telepon itu terputus dan Clara menarik napas ketika sadar jika Anya kembali sibuk dengan pekerjaannya. Tak berniat untuk mengganggu karena ia juga paham harus bagaimana."Huh, aku jadi merindukan pertemuan bersama para investor. Naik turun saham juga kesibukan lainnya, mungkin hal itu baru bisa kupegang setahun lagi."Rindu deng
Read More