Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!

Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!

last updateLast Updated : 2026-01-21
By:  Dian WahyuOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
13views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Didorong dari atap gedung dan meninggal setelah melewati hari-hari yang penuh pengkhianatan dari sang suami, Navierra Clarabelle benar-benar tidak mengerti dengan jalan hidupnya. Selingkuhan suaminya lah yang mencelakainya, namun, begitu dirinya terbangun tiba-tiba saja ia kembali di momen saat pertama kali mendaftarkan pernikahannya bersama Erick, suaminya. Tahu bahwa takdir pernikahannya akan berakhir tragis, dirinya berbalik arah dan berusaha keras untuk mengubah takdirnya, menolak mentah-mentah pernikahan laknat itu meskipun sang kakek memaksa. Sampai akhirnya ia bertemu dengan sahabat lamanya yang kebetulan berhutang budi padanya, Clara meminta sahabatnya itu untuk segera melunasi hutang budi tersebut. Wajahnya memohon, ia berharap pria di depannya mau membantunya mengubah takdir, "Azael, lunasi hutangmu dan nikahi aku!"

View More

Chapter 1

Bab 1

Entah sejak kapan wanita itu dibohongi, namun kali ini satu persatu hal yang tidak dirinya ketahui lantas membuatnya tersadar; bahwa hidupnya terajut dalam kebohongan.

Navierra Clarabelle, wanita itu tidak pernah menyangka jika pada akhirnya cinta yang dirinya pupuk dengan mengorbankan seluruh hidupnya menjadi kehancuran besar.

"Aku bisa jelaskan!"

Itulah kalimat yang diucapkan suaminya tatkala dirinya membuka pintu kamar hotel setelah mendapatkan laporan dari anak buahnya bahwa sang suami berada di sini.

Bibir wanita itu tersenyum miring menyadari ada banyak sekali hal yang tidak dirinya sadari, salah satunya adalah perselingkuhan yang entah sudah sejak kapan berlangsung.

Matanya memerah marah dan memandang ke arah wanita yang menghabiskan waktu bersama suaminya itu, kecewa juga dengan kepercayaannya yang malah disalahgunakan.

"Aku berusaha mempercayaimu sepenuhnya, tapi kenapa harus dia?"

Erick Anderson tahu bahwa malam ini dirinya sudah terpergok, mau tak mau harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, "Clara, jangan salahkan aku kenapa berbuat seperti ini. Semua juga salahmu!"

Clara tahu bahwa pria ini tidak akan pernah mengakui kesalahannya meskipun sudah terpergok di depan mata, bahkan berani memutarbalikkan fakta untuk menyalahkannya.

"Awalnya aku hanya ingin menanyakan apa benar kau melakukan penggelapan dana perusahaan, tapi apa ini? Kau berselingkuh?" ujar wanita itu dengan kilatan emosi yang memuncak.

Erick mencoba tenang dan mendekat, sementara wanita yang bermalam bersamanya hanya berdiam diri di depan pintu kaca balkon yang terbuka.

"Dengarkan penjelasanku!" Erick terlihat memaksa untuk memberikan penjelasan.

Namun, Clara tidak sebodoh itu untuk percaya lagi. Selama dua tahun pernikahan mereka, ia sangat percaya, bahkan tidak pernah berpikir jika suaminya akan seperti ini.

Kini ia tahu bahwa tak selamanya perasaan itu berbalas, suaminya telah mengkhianatinya dan memilih Aretha, sesosok sahabat baik yang selalu dirinya banggakan.

"Apa dana perusahaan yang kau gelapkan itu dipakai untuk membahagiakan Aretha?" tanya Clara dengan suara bergetar.

Suaminya ini bukan apa-apa tanpanya, mereka menikah karena Clara yang menginginkannya dan berharap keduanya bisa bahagia. Sayangnya, hanya ia yang bahagia dan suaminya tidak sama sekali.

Erick tidak bisa menjawabnya untuk kali ini, namun sorot matanya menunjukkan bahwa dirinya sedang tidak ingin bertengkar, "Tenanglah!"

"Tenang katamu? Dana perusahaan kacau balau, aku hampir bangkrut karena ulahmu! Sekarang kau bermesraan dengan wanita ini alih-alih memperbaiki semuanya, di mana otakmu?!"

Emosi itu dirinya dikeluarkan bersamaan dengan kekecewaan tanpa arah. Clara lantas mengambil sebuah vas bunga di atas meja kamar hotel itu, hendak melemparkannya ke arah mereka.

"Clara!" Erick menahannya, namun tenaga Clara yang keras kepala dibanding biasanya hingga pria itu berusaha mengeluarkan usaha lebih.

Duk!

Vas yang tadinya Clara hendak lempar ke arah Aretha justru dihalangi oleh kepala Erick hingga dahi suaminya itu terluka.

Pria ini bahkan sanggup terluka demi melindungi selingkuhannya, membuat hati Clara semakin sakit.

Erick pegang dahinya yang berdenyut, ternyata istrinya bisa bersikap seperti ini juga. Namun, ia tidak bisa membiarkan Clara melukai Aretha, bahkan kini ia berusaha merebut vas kaca tersebut.

"Lepaskan!" Clara semakin tidak terkendali.

Prang!

Tidak mengenai Aretha yang sudah menghindar, Erick dengan dahi yang berdarah tetap menghentikan Clara sampai akhirnya wanita tersebut terdorong sedikit keras.

"Aku bilang berhenti, Clara! Inilah kenapa aku memilih berselingkuh!"

Bukannya merasa bersalah, Erick justru meminta pembenaran atas kelakuan buruknya, sementara Clara dengan mata yang masih berkilat marah itu menegakkan tubuhnya lagi.

Dadanya sakit sekali, teringat jika dulunya sang kakek menyuruhnya untuk segera menikah, nyatanya menikah justru membawanya ke lubang neraka tanpa akhir.

"Aku membenci kalian berdua! Bagaimana bisa kalian melakukan ini padaku!"

Clara menghempaskan genggaman Erick dengan sekuat tenaga, lalu dengan air mata berlinang mencengkram lengan Aretha di belakangnya.

“Aretha! Bukankah kau temanku?” serunya sambil mengguncang Aretha.

“Kau sudah gila! Lepaskan aku!” teriak Aretha, mendorong Clara menuju balkon yang terbuka.

Tenaga Aretha yang kuat itu membuat Clara tidak bisa berkutik. Tiba-tiba saja Clara sudah ada di tepi balkon, punggungnya menyentuh pembatas itu, sedikit lagi saja akan jatuh.

Jemari lentiknya menyentuh leher Clara dan menekannya, membuat napas Clara sesak.

“E-Erick …” rintihnya, berharap suaminya itu menolongnya.

"Aretha, hentikan!" teriak Erick panik.

Lengan Clara menggapai ke arah Erick saat pria itu mendekat, dan … Erick justru menarik Aretha ke dalam pelukannya.

Pegangan Aretha pada Clara terlepas. Pemandangan terakhir yang dilihat Clara adalah pelukan protektif Erick pada wanita selingkuhan itu, sebelum tubuhnya jatuh dari tepi balkon.

Mata Clara terpejam saat ia merasa terhempas ke udara.

BRUK!

Selanjutnya Clara tidak tahu, tubuhnya menghantam sesuatu yang keras dan rasanya sakit sekali. Apa ia akan mati malam ini?

Di atas sana Erick dan Aretha melihat ke arahnya, darah mengucur dengan deras dari kepala, menandakan kesadarannya yang semakin minim sampai akhirnya ia tidak bergerak lagi.

***

"Clara?"


Terbangun ketika seseorang memanggil namanya, wanita itu membuka mata dan kemudian terkejut saat kini mendapati dirinya berada di dalam mobil.


Seorang pria di sampingnya lantas memandang ke arahnya dengan tatapan biasa, "Kita sudah sampai."


Sampai? Clara melihat ke sekitar dan ia tersadar bahwa mereka berdua sudah berada di area parkir kantor catatan sipil.


Namun, bukannya menanggapi pria tersebut, dirinya lantas melihat keadaannya sendiri dan menyentuh kedua pipinya lalu melihat pantulan wajahnya pada kaca mobil.


Bukankah ia baru saja jatuh dari ketinggian karena Aretha yang mendorongnya?


Kenapa sekarang ia berada di mobil bersama Erick?


Sementara pria itu tiba-tiba berucap, "Aku sudah memikirkannya, Clara. Aku tidak bisa menikah denganmu sekarang, tapi kakekmu terus menekanku dan kau memaksaku."


Mendengar hal itu, Clara yang masih bingung lantas mengerutkan kening, "Apa?"


Melihat Clara yang memandangnya tak paham, Erick ikut bingung karena sebelumnya mereka membicarakan hal ini dan bertengkar, "Aku sudah menjelaskannya tadi, tapi kau marah dan memilih tidur. Kau tidak ingat?"


Wanita itu yakin bahwa dirinya tidak sedang bermimpi, apalagi kejadian yang menimpanya terkait Aretha sama sekali bukan sesuatu yang kebetulan.


Ia tidak tahu, namun adegan di dalam mobil sama persis saat ia dan Erick mendaftarkan pernikahan mereka kala itu.


Apa dirinya kembali ke masa lalu?

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status